KLATEN – Sebuah gapura megah berdiri kokoh di kompleks Koramil 21/Juwiring, Kabupaten Klaten. Meski proses pembangunannya baru mencapai sekitar 50 persen, bangunan monumental tersebut telah mencuri perhatian masyarakat. Bukan sekadar gerbang masuk, gapura itu dirancang sebagai simbol penghormatan kepada pahlawan nasional sekaligus sarana menanamkan semangat kebangsaan bagi generasi masa kini.
Komandan Koramil (Danramil) 21/Juwiring, Kapten Inf Ngabdul Kurnen, mengungkapkan bahwa gapura tersebut akan diberi nama “Gapura Brigjen Ignatius Slamet Riyadi“, sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu tokoh pejuang bangsa yang dikenal memiliki dedikasi dan pengorbanan luar biasa bagi Indonesia.
“Beliau adalah pahlawan yang sangat luar biasa. Jasa-jasanya bagi bangsa ini sangat besar. Sebagai prajurit kewilayahan, saya ingin mengenang dan menghormati perjuangan beliau melalui sebuah karya yang bisa dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Kapten Ngabdul Kurnen.
Menurutnya, pembangunan gapura tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya membangun karakter dan semangat pengabdian di lingkungan TNI serta masyarakat sekitar.
## Dari Patimura hingga Slamet Riyadi
Kapten Ngabdul Kurnen menjelaskan bahwa gagasan membangun gapura bertema kepahlawanan bukanlah hal baru baginya. Saat bertugas di wilayah lain, ia juga pernah membangun gapura besar yang diberi nama Pahlawan Nasional Pattimura.
Kini, semangat itu kembali diwujudkan di Juwiring melalui pembangunan Gapura Brigjen Ignatius Slamet Riyadi yang dirancang dengan ukuran besar dan konsep monumental.
“Bisa jadi ini salah satu gapura Koramil terbesar di Indonesia. Namun yang paling penting bukan ukurannya, melainkan pesan yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat dan generasi muda,” katanya.
## Menanamkan Nasionalisme di Tengah Arus Perubahan Zaman
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, Kapten Ngabdul Kurnen menilai nilai-nilai kebangsaan harus terus dipelihara agar tidak luntur oleh perubahan zaman.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, tangguh menghadapi tantangan, tidak mudah menyerah, serta terus belajar menambah pengetahuan tanpa melupakan sejarah perjuangan bangsa.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat loyalitas, kesetiaan, dan pengabdian tanpa batas merupakan nilai utama yang ingin ditanamkan melalui keberadaan gapura tersebut.
## Koramil sebagai Magnet Positif Wilayah
Lebih jauh, Danramil berharap Koramil 21/Juwiring tidak hanya menjadi pusat kegiatan pertahanan dan keamanan, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pusat inspirasi bagi masyarakat.
Ia memiliki visi menjadikan Koramil sebagai “magnet positif” yang mampu mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, tenteram, dan produktif.
“Saya ingin Koramil Juwiring menjadi role model kewilayahan. Tempat ini harus memberikan energi positif bagi masyarakat, sehingga wilayah menjadi lebih aman, tenang, nyaman, dan bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.
## Berpotensi Menjadi Inspirasi Nasional
Ketika ditanya mengenai kemungkinan konsep pembangunan gapura tersebut diadopsi secara lebih luas sebagai model pembangunan di daerah lain, Kapten Ngabdul Kurnen menyatakan bahwa fokus utamanya tetap pada pengabdian kepada masyarakat dan pembinaan wilayah.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan apabila gagasan tersebut mendapat apresiasi dan perhatian dari berbagai pihak.
“Kami hanya prajurit yang berusaha menjalankan tugas dengan loyal dan setia. Soal nanti menjadi inspirasi atau diapresiasi lebih luas, biarlah pimpinan yang menilai. Yang jelas, ini adalah cara kami menghormati para pahlawan sekaligus menjaga semangat pengabdian prajurit di lapangan,” tuturnya.
Dengan mengusung nama besar BrigJen Ignatius Slamet Riyadi, gapura yang tengah dibangun di Koramil 21/Juwiring diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru wilayah Juwiring, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa harus terus hidup di setiap generasi.






