YOGYAKARTA – Sasana SWI JKD SKI Elang Perkasa Kotagede Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak sembilan atlet yang diturunkan pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Wushu Jet Kun Do Shaolin Kungfu Indonesia (JKD SKI) DIY–Jawa Tengah 2026 sukses membawa pulang sembilan medali.
Kejuaraan yang digelar oleh Sasana Wushu Jet Kun Do Shaolin Kungfu Indonesia (JKD SKI) Yogyakarta tersebut berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di SMK Negeri 7 Yogyakarta, dan diikuti sekitar 140 atlet dari berbagai sasana di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Berdasarkan rilis yang diterima media ini, kontingen SWI JKD SKI Elang Perkasa Kotagede berhasil meraih 1 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu.
Peraih medali emas diraih oleh Qorri Aina Alfathunissa, siswi kelas 3 SDIT Lukman Al Hakim 2 Yogyakarta yang tampil sebagai juara pada kategori Kid 21 Kg Putri.
Sementara itu, tiga medali perak masing-masing dipersembahkan oleh Umar Furqon Sholahuddin (Pra Junior 60 Kg Putra), Hasan Sulaiman Al Ghazali (Kid 42 Kg Putra), dan Aldebaran Ibrahim Al Khayri (Pra Kid 20 Kg Putra).
Adapun lima medali perunggu diraih oleh Muhammad Irfan Sholihuddin (Kid 44 Kg Putra), Muhammad Mu’tasimbillah (Kid 22 Kg Putra), Syahrul Syamsudin (Kid 22 Kg Putra), Khalid Ihsanul Fikri (Kid 25 Kg Putra), serta Faruq Husain Al-Qowiy (Pra Junior 40 Kg Putra).
Para atlet Elang Perkasa harus bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di DIY dan Jawa Tengah, di antaranya dari Temanggung, Wonosobo, Boyolali, Banjarnegara, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, hingga Kota Yogyakarta.
Pelatih Sasana Elang Perkasa, Suhu Gunawan, mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga atas capaian anak didiknya. Menurutnya, jumlah atlet yang dikirim pada tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Alhamdulillah tahun ini kami bisa mengirimkan sembilan atlet, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya enam atlet. Semoga ke depan semakin banyak atlet yang dapat kami persiapkan untuk mengikuti kejuaraan tingkat DIY–Jateng maupun tingkat nasional,” ujar Suhu Gunawan.
Ia menambahkan, Kejurda bukan sekadar ajang meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet usia dini, mempererat silaturahmi antarperguruan, sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial untuk dipersiapkan menuju kejuaraan nasional hingga internasional.
Menurutnya, sportivitas, disiplin, serta profesionalitas wasit dan juri menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pertandingan.
“Saya bangga karena Kejurda kali ini melibatkan adik-adik kita mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama dengan berbagai kategori, mulai pra kid, kid, pra junior, junior, senior hingga huajien atau seni jurus,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurda, Rifki Al Jabar, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi wadah berkumpulnya atlet-atlet wushu sanda dari kabupaten dan kota di DIY serta Jawa Tengah yang berada di bawah naungan Sasana Wushu Jet Kun Do Shaolin Kungfu Indonesia dan berafiliasi dengan organisasi Wushu Indonesia.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar-sasana dan pembinaan atlet agar mampu berkembang menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujar Rifki.
Dalam Kejurda tersebut dipertandingkan dua nomor utama, yakni Wushu Sanda (kelas tanding putra dan putri) serta Huajien (kelas seni jurus putra dan putri). Seluruh rangkaian pertandingan berlangsung lancar dan sukses dengan antusiasme tinggi dari para atlet, pelatih, serta pendukung yang hadir.






