SURAKARTA – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI Tahun 2026, Kodim 0735/Surakarta bersama Pengurus Cabang (PC) ORADO Kota Surakarta menggelar Open Tournament Domino ORADO 101 Piala Panglima TNI di Pendopo Lokananta, Jalan Ahmad Yani No. 379 A, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Surakarta, Minggu (27/9/2026).
Turnamen tersebut diikuti 128 peserta yang terbagi dalam 64 tim. Kegiatan digelar secara serentak di 101 kota/kabupaten di Indonesia dan menjadi bagian dari pemecahan Rekor MURI.
Pelaksanaan pemecahan rekor tersebut dipandu secara daring melalui Zoom dari Mabes TNI.
Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han. hadir sekaligus membuka kegiatan. Turut hadir Sekum HIPMI Peduli Surakarta sekaligus Pengprov ORADO Jawa Tengah Petrus Restanto Wibowo, Kepala Rutan Kelas I Surakarta sekaligus Ketua PC ORADO Kota Surakarta dan Ketua Panitia Bhanad Shofa Kurniawan, A.Md.IP., S.AP., M.H., para Dandim jajaran Korem 074/Wrt serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Danrem 074/Wrt mengatakan Open Tournament ORADO 101 Piala Panglima TNI menjadi salah satu bentuk kebersamaan sekaligus upaya membangun sinergi antara TNI dan masyarakat melalui olahraga.
Menurutnya, permainan domino tidak sekadar membutuhkan keberuntungan, tetapi juga konsentrasi, ketelitian, kemampuan membaca situasi, pengambilan keputusan, strategi serta ketahanan mental.
“Olahraga domino sering dipandang sederhana, namun dalam konteks prestasi, domino membutuhkan konsentrasi, ketelitian, kemampuan membaca situasi, pengambilan keputusan, strategi, serta ketahanan mental,” ujar Danrem.
Ia menambahkan, peringatan HUT ke-81 TNI dapat menjadi momentum untuk kembali menguatkan nilai disiplin, loyalitas, kerja sama, keteguhan dan pantang menyerah yang juga relevan dalam sebuah pertandingan.
“Menang dan kalah bagian dari pertandingan, tetapi menjaga sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan adalah hal yang jauh lebih penting,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Bhanad Shofa Kurniawan mengapresiasi dukungan Danrem 074/Wrt dan Dandim 0735/Surakarta terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.
Ia menyampaikan, ORADO merupakan olahraga yang telah diakui KONI. Karena itu, turnamen tidak hanya diperuntukkan bagi personel TNI, tetapi juga masyarakat umum sebagai bagian dari upaya menjaring atlet berprestasi.
“Domino membutuhkan ketahanan, strategi dan ketenangan,” katanya.
Bhanad berharap domino dapat menjadi salah satu cabang olahraga eksibisi pada PON 2028. Ia juga berharap pembinaan atlet domino di Surakarta dapat dilakukan secara rutin, termasuk melalui pembinaan triwulanan.
Dalam turnamen tersebut, panitia menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Juara pertama mendapatkan Rp4 juta, juara kedua Rp3 juta, juara ketiga Rp2 juta, sedangkan juara harapan memperoleh Rp1 juta.
Open Tournament Domino ORADO 101 Piala Panglima TNI tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan juga menjadi sarana komunikasi sosial serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan dapat mendorong perkembangan olahraga domino sebagai cabang olahraga di bawah naungan KONI.
(Arda 72)






