Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui sistem pendidikan berasrama yang menanggung seluruh kebutuhan siswa, program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang berdaya juang tinggi, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
SURAKARTA – Sekolah Rakyat terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Selain memberikan layanan pendidikan, sekolah ini juga memenuhi kebutuhan dasar siswa mulai dari makan, pakaian, hingga pendampingan kesehatan mental.
Subkhi Widyatmoko Kepala SRD 2 Surakarta mengatakan bahwa tujuan utama program tersebut adalah membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak agar memiliki harapan dan cita-cita yang tinggi.
“Harapan kami, anak-anak melalui Sekolah Rakyat ini memiliki motivasi untuk terus belajar, memiliki daya juang yang kuat, dan mampu menggapai cita-citanya. Semua kebutuhan mereka kami perhatikan, termasuk kesehatan mental, sehingga mereka tidak merasa putus asa dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses penerimaan siswa di Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) seperti sekolah pada umumnya. Seleksi dilakukan melalui mekanisme penjangkauan langsung ke masyarakat oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Pendamping PKH melakukan verifikasi lapangan terhadap calon siswa yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Selanjutnya, proses penetapan siswa dilakukan secara bersama-sama oleh Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Badan Pusat Statistik (BPS), dan pihak Sekolah Rakyat.
“Petugas PKH turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi keluarga calon siswa. Jadi penerimaan benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan,” jelasnya.
Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat telah berjalan sejak Oktober 2025. Menurut pihak sekolah, proses pembelajaran berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari siswa maupun orang tua.
Anak-anak yang berusia antara 7 hingga 12 tahun menjalani pendidikan dengan kurikulum nasional yang dipadukan dengan kurikulum dari Kementerian Sosial. Selain pembelajaran akademik, siswa juga mendapatkan berbagai kegiatan pengembangan karakter di lingkungan asrama.
“Kegiatan asrama menjadi salah satu keunggulan kami. Ada program Happy Time untuk melatih kemandirian melalui kegiatan membersihkan kamar dan lingkungan asrama. Selain itu ada Pramuka, robotik, polisi cilik, sepak bola, hadrah, dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler lainnya,” katanya.
Beragam aktivitas tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan sosial, serta karakter siswa agar mereka merasa nyaman dan betah selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan yang layak, tetapi juga tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.
“Kami ingin anak-anak ini menjadi tunas bangsa yang kelak bisa meraih cita-citanya, memiliki masa depan yang lebih baik, dan bahkan menjadi pemimpin-pemimpin yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.






