Dandim 0731/Kulon Progo Hadiri Penutupan Lomba Layang-Layang Road to Jogja International Kite Festival 2026

Kulon Progo – Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., menghadiri penutupan Lomba Layang-Layang Tingkat Daerah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026. Kegiatan berlangsung di kawasan persawahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (5/7/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., Wakil Bupati H. Ambar Purwoko, A.Md., Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H., Kepala Dinas Pariwisata Sutarman, unsur Forkopimkap Galur, Ketua Panitia Jogja International Kite Festival 2026 R. Dwi Akseptoro TY, S.T., Sekretaris Panitia Anang Sarjiyanto, S.Pd., serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Jogja International Kite Festival 2026 menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba layang-layang ini merupakan salah satu agenda awal menuju JIKF 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan budaya permainan tradisional, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda melalui pengenalan seni dan budaya layang-layang sejak usia dini.

Selain menghadirkan kompetisi tingkat daerah, rangkaian Road to JIKF juga menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan festival layang-layang berskala nasional hingga internasional. Melalui kegiatan ini, Yogyakarta diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya sekaligus tuan rumah berbagai agenda bertaraf internasional.

Dalam sambutannya, Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah memilih wilayahnya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Road to Jogja International Kite Festival 2026. Menurutnya, festival tersebut merupakan agenda pariwisata unggulan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat.

Ia menilai layang-layang bukan sekadar permainan tradisional, melainkan juga memiliki nilai budaya, kreativitas, dan filosofi yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Kehadiran kegiatan seperti ini juga diyakini mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas UMKM, kuliner, jasa parkir, hingga usaha penginapan.

“Melalui festival ini, keindahan alam, budaya, dan potensi wisata Kulon Progo dapat semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Bupati.

Usai prosesi penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang dilakukan oleh Bupati Kulon Progo, Wakil Bupati, Dandim 0731/Kulon Progo, serta Kapolres Kulon Progo.

Lomba layang-layang tersebut diikuti 42 peserta yang terbagi dalam empat kategori, yakni layang-layang tradisional sebanyak 10 peserta, layang-layang kreasi enam peserta, kategori Train Naga Anak tujuh peserta, dan kategori Train Naga Dewasa sebanyak 19 peserta.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan tradisi layang-layang sebagai bagian dari warisan budaya tetap lestari, sekaligus mampu menjadi daya tarik wisata yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kulon Progo.

(Pendim 0731/Kulon Progo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan