Fenomena anak sapi limosin dengan kondisi anatomi tidak biasa menarik perhatian warga. Aparat desa mengimbau masyarakat tetap tertib dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal yang belum dapat dipastikan.
MAGETAN – Seekor bayi sapi jenis limosin dilaporkan lahir dengan kondisi kelainan anatomi langka di Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Fenomena tersebut sontak menarik perhatian warga setempat hingga masyarakat dari luar daerah yang datang untuk melihat secara langsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak sapi itu lahir di kandang milik Parmin, warga RT 21 RW 08, Dusun 5, Desa Setren. Hewan tersebut dilaporkan memiliki kondisi fisik yang tidak lazim, yakni tiga mata, dua moncong, dua lidah, dan satu mulut.
Menurut keterangan yang diperoleh di lokasi, proses kelahiran terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Pada hari berikutnya, Selasa (7/7/2026), kabar mengenai kelahiran anak sapi dengan kondisi langka itu mulai menyebar sehingga warga sekitar berdatangan untuk menyaksikannya.
Seiring meningkatnya perhatian masyarakat, pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, Babinsa Desa Setren bersama perangkat desa mendatangi lokasi untuk memantau situasi serta memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.
Fenomena tersebut memicu rasa penasaran masyarakat. Sejak pagi, warga terlihat silih berganti mendatangi kandang milik Parmin. Bahkan, diperkirakan sejumlah pengunjung dari luar daerah serta awak media mulai berdatangan untuk melihat langsung kondisi anak sapi tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari dokter hewan atau instansi terkait mengenai penyebab pasti kelainan anatomi yang dialami anak sapi tersebut. Dalam dunia kedokteran hewan, kondisi semacam ini dapat terjadi akibat kelainan perkembangan embrio atau faktor biologis lainnya. Penyebab pastinya memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis veteriner.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat yang datang agar tetap menjaga ketertiban, tidak mengganggu pemilik ternak, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun mengaitkan fenomena tersebut dengan hal-hal yang bersifat spekulatif.
Perkembangan mengenai kondisi anak sapi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang atau tenaga kesehatan hewan.






