KULON PROGO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0731/Kulon Progo terus menunjukkan progres. Memasuki hari pelaksanaan, personel TNI bersama masyarakat fokus mengerjakan pembangunan jalan rabat beton di Padukuhan Plampang 1, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).
Babinsa Kalirejo, Sertu Sutrisno, menjelaskan bahwa sasaran fisik utama berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang 668 meter, lebar 3 meter, dan tebal 12 sentimeter telah mencapai progres 202 meter atau sekitar 19,8 persen.
Selain pembangunan jalan, TMMD juga memiliki sejumlah sasaran fisik tambahan, meliputi plester dan pengecatan dinding Masjid Al Huda, pembangunan tiga unit talud, serta empat unit gorong-gorong. Seluruh pekerjaan tambahan tersebut dijadwalkan segera dimulai sesuai tahapan pelaksanaan.
Tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, TMMD Sengkuyung III juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Materi yang diberikan meliputi Wawasan Kebangsaan oleh Kodim 0731/Kulon Progo, penanggulangan bencana dari BPBD Kulon Progo, penyuluhan stunting dan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kulon Progo, serta penyuluhan bahaya narkoba, pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), hingga pencegahan klitih dari Polres Kulon Progo.
Pelaksanaan TMMD melibatkan 55 personel, terdiri atas 15 personel Kodim 0731/Kulon Progo, 5 anggota Polsek Kokap, 6 personel Satpol PP, 15 warga masyarakat, 2 tenaga teknisi, dan 10 mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Didukung kondisi cuaca yang cukup baik, personel TNI bersama warga bergotong royong mengangkut material, memasang bekisting, mengaduk beton, menuangkan hingga meratakan adukan ke badan jalan yang sedang dibangun.
Program TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Padukuhan Plampang 1 berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Melalui pembangunan jalan rabat beton ini, diharapkan akses transportasi masyarakat menjadi lebih mudah sehingga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Sementara itu, rangkaian penyuluhan diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat mengenai kebangsaan, kesehatan, bahaya narkoba, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
(Pendim 0731/Kulon Progo)






