Buah angkung mungkin belum sepopuler buah lainnya. Namun, tanaman yang dikenal sebagai Malabar spinach ini memiliki buah berwarna gelap ketika matang dan mengandung sejumlah nutrisi serta senyawa antioksidan.
Selain bagian daunnya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, buah angkung juga mulai dikenal karena kandungan serat dan berbagai senyawa alami di dalamnya.
Lantas, apa saja kandungan dan manfaat buah angkung? Bagaimana cara mengonsumsinya?
Mengenal Buah Angkung
Angkung merupakan tanaman merambat yang dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Tanaman ini dikenal dengan nama ilmiah Basella alba.
Buahnya berukuran kecil dan berubah warna ketika matang. Secara umum, buah angkung dapat dikonsumsi setelah dicuci bersih dan bisa pula diolah menjadi minuman.
Kandungan di dalam buah angkung antara lain karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan sejumlah senyawa bioaktif.
Beberapa senyawa yang terdapat pada tanaman ini juga memiliki aktivitas antioksidan.
Kandungan Antioksidan dalam Buah Angkung
Salah satu hal yang membuat buah angkung menarik untuk dikonsumsi adalah kandungan senyawa antioksidannya.
Flavonoid dan senyawa fenolik merupakan beberapa komponen yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa tersebut berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
Meski demikian, konsumsi buah angkung tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.
Manfaat Buah Angkung untuk Kesehatan
1. Membantu memenuhi kebutuhan serat
Buah angkung mengandung serat yang dibutuhkan tubuh. Asupan serat yang cukup dapat membantu menjaga fungsi sistem pencernaan dan mendukung kelancaran buang air besar.
2. Mengandung senyawa antioksidan
Flavonoid dan senyawa fenolik dalam angkung mempunyai aktivitas antioksidan. Antioksidan membantu tubuh menghadapi radikal bebas yang terbentuk dari berbagai proses di dalam tubuh maupun lingkungan.
3. Mendukung kesehatan jantung
Kandungan serat dan senyawa antioksidan dalam bahan pangan nabati dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Namun, mengonsumsi buah angkung saja tidak cukup untuk mencegah penyakit jantung. Pola makan seimbang dan gaya hidup sehat tetap menjadi faktor penting.
4. Berpotensi membantu menjaga kadar kolesterol
Kandungan serat dalam makanan dapat membantu mengurangi penyerapan sebagian kolesterol di saluran pencernaan.
Karena itu, buah angkung dapat menjadi salah satu pilihan bahan pangan yang dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan tinggi serat.
5. Berpotensi mendukung pengaturan gula darah
Sejumlah senyawa alami yang terdapat dalam tanaman angkung juga menjadi perhatian dalam penelitian mengenai metabolisme gula darah.
Namun, manfaat tersebut belum dapat dijadikan dasar bahwa buah angkung merupakan obat untuk diabetes. Penderita diabetes tetap perlu mengikuti pola makan dan pengobatan yang dianjurkan tenaga kesehatan.
6. Mendukung pola makan bergizi
Buah dan sayuran pada dasarnya merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Menambahkan sumber pangan nabati yang beragam, termasuk angkung, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Cara Mengonsumsi Buah Angkung
Buah angkung dapat dikonsumsi setelah dicuci hingga bersih menggunakan air mengalir.
Jika ingin dibuat minuman, buah dapat diblender dengan air secukupnya. Rasanya bisa disesuaikan dengan menambahkan bahan lain seperti madu dalam jumlah yang tidak berlebihan.
Selain dibuat jus, bagian tanaman angkung lainnya juga dapat diolah sebagai bahan makanan.
Yang perlu diperhatikan adalah kebersihan buah sebelum dikonsumsi. Cuci buah terlebih dahulu dan hindari mengonsumsi buah yang sudah rusak atau menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
Jangan Menjadikan Buah Angkung sebagai Pengganti Obat
Meski memiliki sejumlah kandungan yang menarik, buah angkung bukan pengganti obat atau terapi medis.
Informasi mengenai manfaat buah angkung untuk kesehatan juga perlu dipahami secara proporsional. Sebagian manfaat masih berkaitan dengan kandungan nutrisi dan hasil penelitian terhadap senyawa yang terdapat pada tanaman tersebut.
Jika memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat secara rutin, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum menjadikan buah angkung sebagai bagian dari konsumsi rutin.
Kesimpulan
Buah angkung merupakan salah satu bahan pangan nabati yang mengandung serat, vitamin serta berbagai senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan senyawa fenolik.
Kandungan tersebut membuat buah angkung menarik untuk dimasukkan dalam pola makan yang beragam dan seimbang. Namun, manfaatnya tidak sebaiknya dibesar-besarkan sebagai obat untuk penyakit tertentu.
Pada akhirnya, menjaga pola makan bergizi, cukup bergerak, tidur yang cukup dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap menjadi bagian utama dalam menjaga kesehatan tubuh.






