SURAKARTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta menggelar kegiatan Penguatan Jejaring Media Responsif Gender bagi Insan Media di Kota Surakarta, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung DKK lantai 3 sisi utara Kompleks Balai Kota Surakarta. Kegiatan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan media dalam membangun pemberitaan yang sensitif terhadap isu gender, perempuan, dan anak.
Kepala DP3AP2KB Kota Surakarta, Kristiana Hariyanti, A.Pi., M.Si., MM, mengatakan penguatan media responsif gender penting dilakukan karena media memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat.
Menurutnya, produk jurnalistik yang dihasilkan media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki pengaruh dalam mengikis stereotip gender, mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta meningkatkan sensitivitas masyarakat terhadap persoalan gender.
“Penguatan media responsif gender ini menjadi momentum penting. Kami menyadari bahwa produk jurnalistik yang dihasilkan oleh rekan-rekan media memiliki pengaruh besar dalam mengikis stereotip gender, mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta mendorong sensitivitas gender di tengah masyarakat Solo,” ujar Kristiana.
Ia menegaskan, keberhasilan program pemerintah dalam membangun masyarakat yang responsif gender membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media.
“Apalah artinya kami tanpa panjenengan, sedulur. Kalau bahasa saya, corongnya ada di panjenengan semua,” katanya.
Karena itu, Kristiana berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat mempererat komitmen bersama antara DP3AP2KB dan insan media di Kota Surakarta.
“Kami dari DP3AP2KB Surakarta ingin terus mempererat komitmen bersama,” ujarnya.
Ia kemudian secara resmi membuka kegiatan Penguatan Jejaring Media Responsif Gender bagi Insan Media di Kota Surakarta.
“Selamat berkoordinasi, selamat berdiskusi. Mari bersama-sama kita wujudkan Kota Surakarta yang semakin maju, sejahtera, berkeadilan, dan responsif gender,” katanya.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang koordinasi dan pertukaran pengetahuan antara pemerintah dan insan media, sekaligus memperkuat peran media dalam menghadirkan pemberitaan yang berimbang, sensitif gender, serta berpihak pada kepentingan perempuan dan anak.
Kegiatan berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, dengan diikuti insan media di Kota Surakarta.






