Sukoharjo – Suasana peringatan Ambal Warsa ke-346 Kartasura semakin semarak. Memasuki hari keempat, Minggu (4/10/2026), rangkaian kegiatan di kawasan Petilasan Karaton Kartasura menghadirkan perpaduan seni tradisi dan musik modern.
Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kartasura tersebut.
Kemeriahan diawali penampilan tari dari siswa SD Negeri 07 Kartasura, kemudian dilanjutkan Sanggar Kartarejo Kartasura. Gerakan tari yang luwes dan penuh penghayatan menjadi gambaran bagaimana seni tradisi masih tumbuh dan mendapat ruang di tengah masyarakat.
Tidak hanya seni tradisional, panggung Ambal Warsa juga menjadi ruang bagi talenta musik anak muda Kartasura.
Dua kelompok musik yang seluruh personelnya merupakan putra-putri asli Kartasura, NON BLOCK dan GOAT REGGAE, tampil bergantian. NON BLOCK membawa warna rock klasik, sementara GOAT REGGAE menghadirkan musik reggae yang mengajak penonton menikmati suasana dengan lebih santai dan penuh kebersamaan.
Perpaduan tersebut membuat perayaan Ambal Warsa tidak sekadar menjadi kegiatan mengenang sejarah Kartasura, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai generasi melalui seni dan kreativitas.
Lurah Kartasura, Safrudin Cahyanto, SE, M.Si, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menyemarakkan rangkaian Ambal Warsa ke-346.
Menurutnya, semangat kebersamaan perlu terus dijaga seiring dengan upaya melestarikan warisan budaya dan sejarah Kartasura.
Kartasura, kata dia, memiliki kekayaan sejarah yang menjadi bagian penting dari identitas kawasan. Karena itu, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan kreativitas masyarakat agar Kartasura tetap hidup dan berkembang.
Rangkaian Ambal Warsa ke-346 Kartasura masih akan berlanjut hingga puncak perayaan pada 11 Oktober 2026, yang akan ditandai dengan pelaksanaan Kirab Budaya.
Kirab tersebut diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali meneguhkan kebanggaan terhadap sejarah, budaya, dan identitas Kartasura.






