Surakarta, Kabarjoglo.com – Perkembangan sistem pembayaran digital menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Seminar Nasional EFFECT 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan dan Keuangan Digital Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS). Senin, (05/10/26).
Seminar yang berlangsung di Aula Gedung 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS itu mengangkat tema “Exploring Financial Innovation: Creating Opportunities in the Digital Economy”. Forum tersebut mempertemukan mahasiswa dan civitas akademika dengan praktisi perbankan serta perwakilan Bank Indonesia untuk membahas transformasi sektor keuangan.
Analis Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Perwakilan Bank Indonesia Surakarta, Tazkiyyah Nafs El Hawwa, menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia mengangkat topik “From QRIS to Understanding the Chain Reaction of Digital Finance”.
Tazkiyyah menjelaskan bahwa materi yang disampaikannya berfokus pada perkembangan sistem pembayaran digital sekaligus memberikan pemahaman kepada konsumen mengenai penggunaannya.
“Saya hadir sebagai narasumber dalam Seminar Nasional EFFECT 2026. Dalam kesempatan tadi, saya menyampaikan materi mengenai sistem pembayaran digital dan perkembangannya, sekaligus edukasi kepada konsumen,” ujar Tazkiyyah.
Menurut Tazkiyyah, pemahaman terhadap sistem pembayaran digital perlu terus diperluas seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam aktivitas transaksi. Karena itu, ia berharap EFFECT 2026 dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa.
“Harapannya, seminar dan kegiatan EFFECT ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa serta civitas akademika, sekaligus memperluas pemahaman mengenai sistem pembayaran digital dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan sistem pembayaran digital secara aman,” katanya.
Selain Bank Indonesia, perspektif industri perbankan disampaikan Ketua Tim Pemasaran Dana dan Jasa Layanan Bank Jateng Koordinator Surakarta, Yusuf Triwiyadi Pramono. Dalam sesi “From Local Roots to Digital Future: Bank Jateng’s Journey in Creating New Economic Opportunities”, Yusuf mengulas digitalisasi dan kaitannya dengan penciptaan peluang ekonomi baru.
Yusuf mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang dinilainya dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan civitas akademika.
“Pada kegiatan hari ini, kita membahas mengenai digitalisasi,” kata Yusuf.
Ia berharap kegiatan dengan pembahasan mengenai transformasi digital dapat terus dikembangkan dan diselenggarakan secara berkelanjutan.
“Tentu kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa maupun civitas akademika di sini. Semoga ke depan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan diselenggarakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
EFFECT 2026 tidak hanya diisi dengan pemaparan materi. Berdasarkan susunan kegiatan, agenda juga mencakup sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber, penyerahan vandel, serta pemberian hadiah kepada pemenang lomba.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan dan Keuangan Digital UNS dalam mengangkat isu inovasi keuangan dan perkembangan ekonomi berbasis digital.






