MUARA TEWEH – Sekitar 2.500 personel TNI dikerahkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Upaya pemadaman dilakukan bersama unsur lintas instansi melalui Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Terpadu.
Komitmen penanganan karhutla tersebut disampaikan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., dalam konferensi video (video conference) bersama CNN Indonesia, Minggu (25/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Pangdam menegaskan bahwa seluruh kekuatan yang tersedia harus dikerahkan secara optimal untuk menangani kebakaran di wilayah terdampak.
Pengerahan personel dipusatkan di sejumlah wilayah, antara lain Palangka Raya, Kapuas, Pulang Pisau, Banjarmasin, Banjarbaru, serta kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi salah satu prioritas penanganan.
Pemadaman Dilakukan Siang dan Malam
Menurut keterangan Pendam XXII/Tambun Bungai, upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mengurangi risiko kebakaran kembali meluas.
Prajurit TNI bekerja bersama Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, dan pemerintah daerah dalam penanganan karhutla.
Kolaborasi tersebut mencakup pemadaman dari darat, patroli udara menggunakan helikopter untuk operasi water bombing, serta penyaluran bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Satgas Karhutla Terpadu bekerja di bawah koordinasi pemerintah daerah, dengan Gubernur Kalimantan Tengah dan Gubernur Kalimantan Selatan sebagaimana disebutkan dalam keterangan resmi.
Kondisi kebakaran di sejumlah lokasi membutuhkan kewaspadaan dan penanganan berkelanjutan. Personel di lapangan menghadapi asap tebal dan panas dari bara gambut dalam upaya memadamkan api serta melakukan pendinginan pada area terdampak.
Pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla untuk mengurangi kemungkinan munculnya kembali titik api di lahan yang telah terbakar.
Pangdam Ingatkan Masyarakat Tidak Membakar Lahan
Selain penanganan kebakaran, Pangdam XXII/Tambun Bungai mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan maupun hutan dengan cara membakar.
Menurutnya, pembakaran lahan dapat memicu bencana asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat, merusak lingkungan, dan mengganggu aktivitas warga.
Pencegahan dinilai perlu berjalan beriringan dengan pemadaman. Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan menjadi salah satu faktor penting dalam menekan risiko kebakaran berulang, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.
Kodam XXII/Tambun Bungai menyatakan akan terus menduku






