Petani Dlingo dan UGM Menyulap Limbah Biomassa Kayu Jadi Biochar

Sosialisasi Pengolahan Limbah Biomassa Kayu Menjadi Biochar di Dlingo.(ist)

DLINGO – Masyarakat Dusun Pancuran, Kalurahan Terong, Kapanewon Dlingo, bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Studi Sumber Daya Lahan (PS2DL), mengikuti sosialisasi bertajuk “Pemanfaatan Limbah Biomassa Kayu Menjadi Biochar dengan Rotary Drum Pyrolysis” pada Sabtu (15/11). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kepala Kalurahan Terong, Sugiyono, S.E., ini mendapat sambutan hangat dari warga. Sosialisasi ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Masyarakat Tani Hutan Berbasis Agroforestri Berkelanjutan, yang berfokus pada penguatan kapasitas petani dalam pengelolaan sumber daya alam.

Pendampingan Teknis oleh Akademisi dan Mahasiswa

Kegiatan ini menghadirkan Nur Ainun Harlin Jennie Pulungan, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Pertanian selaku ketua program, serta Dr. Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc. dari Fakultas Kehutanan UGM sebagai narasumber teknis. Sosialisasi ini turut melibatkan komunitas mahasiswa Thermogen, yang memberikan pendampingan praktik dan demonstrasi penggunaan mesin pirolisis kepada peserta. Dalam pemaparannya, Ainun menekankan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat tani hutan sekaligus membuka wawasan mengenai potensi ekonomi hutan rakyat ke depan.

“Sisa limbah hutan yang berlimpah sebenarnya dapat diolah menjadi produk bernilai, salah satunya arang (biochar). Biochar ini dapat dikembalikan ke lahan hutan untuk meningkatkan potensi pertumbuhan pohon serta tanaman sela di sekitarnya. Melalui teknologi berbasis rotary drum pyrolysis, kami dari UGM ingin menghadirkan solusi konkret bagi KTH untuk keberlanjutan produktivitas lahan,” tutur beliau.

Petani Jasema Antusias Pelajari Proses Pirolisis Biochar

Masyarakat dan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Jasema menunjukkan minat yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti penjelasan mengenai cara kerja mesin pirolisis, tahapan produksi biochar, serta manfaat biochar dalam memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan retensi air, dan mendukung produktivitas lahan pertanian. Demonstrasi penggunaan mesin menjadi salah satu sesi paling menarik, karena warga dapat melihat langsung bagaimana limbah biomassa kayu yang semula tidak bernilai dapat diolah menjadi produk bermanfaat secara ekonomi dan ekologis.

Pemanfaatan Biochar untuk Pertanian dan Lingkungan Berkelanjutan

Antusiasme peserta mencerminkan kesiapan masyarakat untuk mengembangkan pemanfaatan biochar sebagai solusi bagi pertanian dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, warga didorong untuk mengoptimalkan penggunaan mesin pirolisis secara mandiri sehingga pemanfaatan limbah biomassa dapat dilakukan secara lebih terstruktur, berkelanjutan, dan memberikan dampak jangka panjang bagi pengelolaan lingkungan di Kalurahan Terong. Ketua KTH Jasema, Sugiyono, S.E., turut menyampaikan apresiasinya.

Beliau berkomentar, “Program ini sangat membantu kami. UGM selama ini dekat dengan masyarakat, dan kami berharap pendampingan serta pembelajaran seperti ini dapat terus berlanjut.” Hal ini menggambarkan tingginya harapan masyarakat terhadap keberlanjutan program dan pendampingan teknis pada masa mendatang.

Kolaborasi Menuju Kemandirian Petani dan Pelestarian Lingkungan

Sebagai bagian dari sinergi antara masyarakat dan akademisi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kemandirian petani hutan dalam mengelola limbah biomassa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Dlingo. Para penyelenggara optimistis bahwa kolaborasi ini dapat terus berkembang menjadi model pemberdayaan yang mendukung praktik pertanian dan kehutanan berkelanjutan.

Penulis : Titis Bella Ramadhani

.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan