Solo – Industri kopi dan layanan digital di Solo Raya kembali menggeliat. Hari ini, Kala Coffee melalui Kala Group resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Bank Raya dan komunitas TDA untuk menghadirkan program inovatif bertajuk “Ngopi Kala Pakai Raya”. Program ini mengusung konsep cashless sebagai upaya mendorong generasi muda lebih akrab dengan transaksi digital.
Founder Kala Coffee, Ali Efendi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bukan hanya menghadirkan metode pembayaran modern, tetapi juga memberikan keuntungan langsung kepada pelanggan.
“Hari ini kami dari Kala Group berkolaborasi dengan Bank Raya menghadirkan program Ngopi Kala Pakai Raya. Tema ini kami usung supaya semakin banyak anak muda mengenal transaksi cashless. Benefit untuk customer cukup besar. Cukup download aplikasi Bank Raya, pelanggan mendapat free satu Americano, kemudian pembelian kedua dan ketiga mendapatkan diskon 50%,” ujarnya.
Selain program kopi, Kala Group juga memperkenalkan lini bisnis sepeda listrik yang kini menjadi fokus pengembangan investasi.
Ali Efendi memaparkan bahwa paket kemitraan sepeda listrik dibuka dengan dua skema:
- Mitra mandiri senilai Rp28,9 juta, atau
- Paket investasi senilai Rp150 juta yang langsung mendapatkan tiga unit sekaligus operasional.
Kala Group juga menyiapkan paket kota penuh senilai Rp2 miliar untuk 50 unit sepeda listrik.
Dalam sambutannya, Ali Efendi turut menyampaikan apresiasi kepada para tokoh dan komunitas yang hadir.
“Terima kasih kepada Ketua TDA Soloraya pak Ubay , Pimpinan Bank Raya, Ketua Padel Solo raya Mas Rama, Direktur Utama Kala Group Mas Imam, teman-teman komunitas, influencer, dan seluruh tamu yang mendukung acara ini. Harapannya, kolaborasi ini bisa memperluas kebermanfaatan, memberikan free coffee, serta diskon maksimal bagi pelanggan,” kata Efendi.
Bank Raya: Kolaborasi untuk Tingkatkan Literasi Digital
Perwakilan Bank Raya dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan visi mereka sebagai bank digital yang berada di bawah naungan BRI.
“Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Kala Coffee. Sebagai digital bank dari BRI, kami membuka diri untuk sinergi dengan UMKM. Di setiap kolaborasi selalu ada ruang inovasi, ruang bertumbuh, dan ruang untuk mengedukasi masyarakat agar lebih siap dengan ekosistem digital,” ujar perwakilan Bank Raya.
Bank Raya menegaskan bahwa seluruh layanan kini dirancang untuk berada dalam “satu genggaman”, memungkinkan transaksi kopi, promo, dan berbagai aktivitas lain dilakukan dengan mudah via gadget.
“Terima kasih kepada seluruh tamu, semoga kolaborasi ini membawa manfaat luas. Dan jangan lupa, ngopi kala pakai Raya!” tutupnya.
TDA: Sinergi UMKM Harus Berkelanjutan
Perwakilan TDA yang hadir dalam acara ini mengapresiasi kerja sama antara Bank Raya dan Kala Coffee.
“Kami senang karena Bank Raya berkolaborasi dengan salah satu member TDA. Harapannya kerja sama ini berjalan panjang, lancar, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Semoga harga kopi bisa semakin menarik dengan kehadiran Bank Raya,” ujarnya.
TDA menilai bahwa sinergi seperti ini menjadi contoh baik bagaimana UMKM, komunitas, dan perbankan bisa membuka ruang pertumbuhan ekonomi digital.






