Solo – Performance, fashion show, lomba kreasi, talkshow edukasi, pameran karya Pasar Kreasi, special award, hingga layanan cek kesehatan gratis mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Rotary Club Solo Sriwedari yang digelar di Lantai 1 Solo Square Mall, Sabtu (25/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang inklusif bagi anak-anak dan penyandang disabilitas untuk menampilkan potensi, bakat, serta karya terbaik mereka di hadapan masyarakat luas.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi penuh komitmen Rotary Club Solo Sriwedari yang secara konsisten mendukung pengembangan potensi penyandang disabilitas melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Astrid menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi Kota Surakarta sebagai kota inklusif yang menerima, mendorong, dan mendukung seluruh kalangan tanpa terkecuali.
“Saya sangat mengapresiasi semua pihak yang telah memberikan ruang, menerima, mendorong, dan mendukung semua kalangan, termasuk kawan-kawan disabilitas. Inilah wujud nyata Surakarta sebagai kota inklusif,” ujar Astrid.
Menurut Astrid, tema peringatan HUT ke-13 Rotary Club Solo Sriwedari sangat relevan dengan semangat kepedulian terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas. Ia menilai, apa yang dilakukan Rotary merupakan langkah nyata yang patut didukung bersama.
“Kita tidak boleh tinggal diam melihat potensi anak-anak luar biasa ini. Karya-karya mereka, baik penampilan seni maupun kerajinan, perlu kita dukung bersama,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Astrid membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kota Surakarta dan Rotary Club Solo Sriwedari, tidak hanya dalam isu disabilitas, tetapi juga pemberdayaan perempuan, penguatan karakter anak, serta pendampingan kelompok rentan lainnya di Kota Solo.
Dalam kesempatan tersebut, Astrid juga menyapa langsung anak-anak yang tampil dalam berbagai pertunjukan, mulai dari seni tari, musik, hingga fashion show. Ia memberikan semangat dan apresiasi atas keberanian serta kemampuan mereka tampil di ruang publik.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-13 Rotary Club Solo Sriwedari, Marcelina, menyampaikan bahwa kegiatan ini secara khusus dirancang untuk memberikan ruang tampil dan pengakuan kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar lebih diterima oleh masyarakat luas.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa adik-adik berkebutuhan khusus ini mampu, bisa, dan layak mendapat perhatian. Melalui Rotary Talent dan Fashion Show, mereka membuktikan potensi luar biasa yang mereka miliki,” ungkap Marcelina.
Ia menambahkan, kegiatan yang digelar di Solo Square tersebut dapat berjalan lancar berkat dukungan berbagai mitra, di antaranya Solo Square, Solos Safari, BRI, Lux, Kala Coffee, serta mitra lainnya.
Marcelina berharap ke depan Rotary Club Solo Sriwedari dapat terus bersinergi dengan masyarakat maupun Pemerintah Kota Surakarta agar kegiatan sosial yang berdampak positif dapat terus berkelanjutan.
“Semoga langkah kecil kami ini bisa semakin memberi manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat Kota Surakarta,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Rotary, Diah Anggraeni, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-13 Rotary Club Solo Sriwedari menjadi momentum penting untuk memperluas penerimaan masyarakat terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kegiatan ini kami hadirkan agar adik-adik dapat diterima lebih luas oleh masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan hari ini membawa manfaat, dan kami mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya,” ujar Diah.
Sementara itu, Martin Hadinugroho Presiden Rotary Club Solo Sriwedari menegaskan bahwa selama 13 tahun, Rotary Club Solo Sriwedari telah berjalan dengan komitmen dan dedikasi tinggi dalam melayani sesama, melampaui kepentingan pribadi.
“Kami hadir bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai panggilan hati. Rotary Club Solo Sriwedari berkomitmen melayani, berbagi, dan menginspirasi, dari isu kesehatan ibu dan anak hingga literasi, termasuk melewati masa pandemi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Rotary Club Solo Sriwedari merupakan bagian dari jaringan Rotary Internasional yang tersebar di lebih dari 250 negara dengan jumlah anggota lebih dari 1,2 juta orang di seluruh dunia.
PP Marta, salah satu senior Rotary di Kota Solo, menjelaskan bahwa Rotary di Surakarta saat ini terdiri dari tiga klub, yakni Rotary Club Solo Kartini, Rotary Club Solo Raya, dan Rotary Club Solo Sriwedari. Keberadaan beberapa klub tersebut bertujuan memperluas jangkauan pengabdian agar dampak program dapat dirasakan lebih merata.
“Dengan adanya beberapa klub, pengabdian Rotary bisa menjangkau lebih luas dan lebih banyak masyarakat. Harapannya ke depan akan lahir klub-klub baru agar manfaatnya semakin besar bagi Kota Surakarta,” jelasnya.
Presiden Rotary Club Solo Sriwedari, Martin Hadinugroho, menambahkan bahwa usia ke-13 menjadi simbol fase pertumbuhan menuju kedewasaan organisasi.
“Usia 13 adalah masa yang aktif dan produktif. Harapan kami, Rotary Club Solo Sriwedari semakin bertumbuh, berkembang, dan memberi manfaat bagi lebih banyak orang, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk ikut mengabdi,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng, pemberian penghargaan, serta foto bersama seluruh pengurus, anggota Rotary, mitra, dan tamu undangan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen berkelanjutan dalam pelayanan kemanusiaan.






