Sinergi Lintas Jawa Tengah, Ratusan Pelaku Kursus dan Pelatihan di Solo Perkuat Kolaborasi SDM

SURAKARTA – Semangat kolaborasi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi sorotan dalam kegiatan halal bihalal yang mempertemukan ratusan pelaku lembaga kursus dan pelatihan di Kota Surakarta. Acara yang dihadiri sekitar 178 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah ini mengusung tema besar “Sinergi Lintas Jawa Tengah untuk Membangun SDM Unggul dan Berkelanjutan”.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dinas Tenaga Kerja, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPP), organisasi profesi, hingga para pelaku usaha kursus dan pelatihan yang telah berkiprah puluhan tahun.

Dalam sambutannya, Dwi Purwaningsih selaku ketua Panitia panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Tema ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi menjadi komitmen bersama bahwa kolaborasi adalah kekuatan utama. Dengan sinergi yang kokoh dan silaturahmi tanpa sekat, kita optimistis mampu mencetak SDM unggul dan berkelanjutan,” disampaikan dalam sambutan pembuka.

Selain itu, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor dan seluruh peserta yang hadir, sekaligus membuka ruang evaluasi atas pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Dwi Ariyatno Selaku perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surakarta memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan nonformal, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua pihak harus hadir bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan pelatihan yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Verry Fahrudin Pimpinan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPP) Surakarta menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi sektor pelatihan, terutama terkait efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada program bantuan pelatihan.

Meski demikian, pihaknya menegaskan komitmen untuk tetap membuka ruang kolaborasi dengan lembaga kursus dan pelatihan.

“Kami siap bersinergi, baik dalam penyusunan kurikulum, pelatihan, hingga sertifikasi. Ke depan, kolaborasi menjadi kunci karena kami tidak bisa berjalan sendiri,” ungkapnya.

Dalam sesi motivasi, Joko Sutrisno mewakili ORMIT menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan usaha pelatihan. Ia mencontohkan bahwa lembaga kursus harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar, termasuk mengembangkan konsep teaching factory agar tidak hanya mengandalkan pelatihan, tetapi juga menghasilkan produk atau jasa.

“Kalau ingin bertahan, harus punya diferensiasi. Jangan hanya kursus biasa, tapi harus ada nilai tambah yang dibutuhkan pasar,” tegasnya.

Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk memanfaatkan digital marketing, menghadirkan konten kreator dalam bisnis, serta mengelola keuangan secara disiplin sebagai kunci keberlanjutan usaha.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar momentum halal bihalal tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi mampu melahirkan langkah konkret dalam memperkuat jejaring dan meningkatkan kualitas SDM di sektor pendidikan nonformal.

“Semoga silaturahmi ini semakin memperkuat sinergi dan menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan bersama,” Ketua pungkas panitia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan