TMMD Sengkuyung II 2026 Resmi Dibuka di Mojosongo, Sinergi TNI dan Warga Bangun Talud Sungai

Surakarta – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 resmi dibuka di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Rabu (22/4/2026). Upacara pembukaan digelar di halaman parkir RM Ayam Goreng Pangeran, Jalan Tentara Genie Pelajar, dan diikuti sekitar 200 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini diselenggarakan oleh Kodim 0735/Surakarta sebagai penanggung jawab, dengan Kapten Inf Sukardi selaku pelaksana lapangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arif Handoko Usman, serta sejumlah pejabat TNI-Polri, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di wilayah Jebres.

Dorong Pemerataan Pembangunan

Dalam sambutan Wali Kota Surakarta yang dibacakan Wakil Wali Kota Astrid Widayani, ditegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang merata.

“TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, melainkan menjangkau hingga tingkat kelurahan.

Fokus Pembangunan Talud Sungai

Pada TMMD Sengkuyung Tahap II ini, sasaran fisik difokuskan pada perbaikan talud Sungai Kedung Jumbleng di wilayah Krajan RT 02 dan RT 04 RW 01, Kelurahan Mojosongo.

Pekerjaan meliputi pembangunan talud beton bertulang sepanjang 100 meter dengan tinggi 3,5 meter. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan lingkungan serta meminimalisir risiko banjir di kawasan tersebut.

Program Non Fisik Sentuh Edukasi Masyarakat

Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan berbagai program non fisik yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di antaranya penyuluhan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, kamtibmas, bahaya narkoba, hingga edukasi kesehatan seperti pencegahan stunting.

Tak hanya itu, kegiatan juga mencakup mitigasi bencana banjir dan kebakaran, penguatan ekonomi melalui koperasi, serta pembagian bantuan sosial kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Libatkan Berbagai Elemen

Upacara pembukaan turut melibatkan berbagai unsur pasukan, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Linmas, hingga organisasi masyarakat seperti Pramuka, LDII, dan MTA. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program TMMD.

Pemerintah Kota Surakarta juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan TMMD.

“Partisipasi warga sangat penting. Mari bersama-sama ‘nyengkuyung’ program ini agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Astrid.

Perkuat Gotong Royong dan Kemanunggalan

Dengan dimulainya TMMD Sengkuyung II Tahun 2026, diharapkan terbangun infrastruktur yang lebih baik sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Program ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dalam membangun negeri dari tingkat paling dasar, yakni desa dan kelurahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan