Desa Wisata Purworejo Butuh Solusi Nyata, Disporapar Gandeng STIE Pariwisata API Cari Terobosan Strategis

YOGYAKARTA, Kabarjoglo.com – Upaya penguatan desa wisata di Kabupaten Purworejo terus didorong melalui langkah konkret. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Purworejo menggandeng STIE Pariwisata API untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Kunjungan resmi Disporapar Purworejo ke kampus STIE Pariwisata API ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama strategis guna menjawab berbagai tantangan pengelolaan desa wisata yang hingga kini masih dihadapi di lapangan.

Rombongan dipimpin Sekretaris Disporapar Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, bersama jajaran terkait. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah persoalan krusial, mulai dari penguatan kapasitas pengelola desa wisata, strategi pemasaran, hingga sinkronisasi kebijakan dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Dyah Woro Setyaningsih menegaskan, kolaborasi dengan kalangan akademisi menjadi langkah penting dalam memperkaya perspektif pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pariwisata.

“Masukan dari akademisi memberikan sudut pandang baru bagi kami, terutama dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat agar lebih tepat sasaran dan berdaya saing,” ujarnya.

Diskusi juga menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam menghadapi dinamika industri pariwisata yang terus berubah, termasuk tuntutan digitalisasi dan penguatan identitas lokal sebagai daya tarik utama.

Direktur Pusat Studi Desa, Ekonomi, dan Pariwisata (PUSDEWI) STIE Pariwisata API, Setiawan Priatmoko, Ph.D., menekankan bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya bergantung pada potensi alam dan budaya, tetapi juga pada sinergi kebijakan dan kepentingan ekonomi masyarakat.

“Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat harus selaras dengan kepentingan ekonomi warga serta didukung kebijakan dan keputusan politik yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak menginisiasi kerja sama untuk mengeksekusi berbagai strategi pengembangan desa wisata berbasis riset akademik yang aplikatif. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata yang tidak hanya konseptual, tetapi juga implementatif di lapangan.

Langkah ini menjadi harapan baru bagi pengembangan desa wisata di Purworejo agar lebih terarah, berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

(RN/r)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan