Di Balik Cangkul dan Canda, TMMD Rajut Kemanunggalan TNI-Rakyat di Kulon Progo

KULON PROGO – Suasana hangat penuh keakraban terlihat di lokasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler di Kalurahan Sidorejo, Kulon Progo, Selasa (12/5/2026). Di sela pengerjaan talud jalan, gelak tawa dan obrolan ringan antara personel Satgas TMMD bersama warga menjadi gambaran nyata kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dansatgas TMMD Reguler, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., tampak duduk bersama warga menikmati waktu istirahat usai bergotong royong membangun infrastruktur desa. Tanpa sekat, prajurit TNI dan masyarakat bercengkerama sambil melepas lelah dan dahaga setelah bekerja bersama sejak pagi.

Kebersamaan itu menjadi potret bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan ruang pengabdian yang mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat di pedesaan.

“Interaksi langsung dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya TNI untuk memahami kondisi dan kebutuhan warga secara nyata. Dengan komunikasi sosial yang baik, harapan dan keluhan masyarakat dapat terserap secara efektif,” ujar Letkol Inf Dyan Niti Sukma.

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD. Kedekatan yang terjalin selama proses pembangunan mampu menumbuhkan rasa saling percaya, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

Dalam program TMMD Reguler di Kalurahan Sidorejo, Satgas bersama warga mengerjakan sejumlah sasaran fisik, meliputi rabat beton jalan, pembangunan talud, rehabilitasi masjid, pembuatan sumur bor, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan MCK/jamban, hingga pembuatan prasasti kegiatan.

Selain pembangunan fisik, berbagai kegiatan nonfisik juga digelar, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta edukasi penanggulangan bencana alam.

“Kami berharap seluruh program yang dilaksanakan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Dansatgas.

Melalui TMMD, TNI tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menanamkan semangat persatuan, gotong royong, dan pengabdian bersama demi kemajuan desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan