Hardiknas 2026, Univet Bantara dan ABKIN Solo Raya Perkuat Peran Guru BK Hadapi Tantangan Pendidikan Era Deep Learning

SUKOHARJO – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pengurus Cabang Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PC ABKIN) Solo Raya untuk memperkuat peran strategis guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam dunia pendidikan modern. Melalui Seminar Bimbingan dan Konseling serta pelantikan pengurus PC ABKIN wilayah Sukoharjo, Surakarta, Sragen, Karanganyar, dan Klaten periode 2026–2030, para akademisi, guru BK, hingga mahasiswa diajak meneguhkan kembali fungsi konseling sebagai fondasi pembentukan karakter dan kesehatan mental peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung H Lantai 3 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Selasa (19/5/2026), mengangkat tema *“Implementasi Layanan Bimbingan Konseling dalam Pendekatan Deep Learning.”* Acara ini merupakan kolaborasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Univet Bantara dengan PC ABKIN Solo Raya.

Bacaan Lainnya

Sejak pagi, ratusan peserta yang terdiri atas guru BK SMP, SMA, SMK, MA, mahasiswa BK, mahasiswa PPL dan PPG, hingga akademisi memadati ruang seminar. Nuansa akademik dan profesional tampak menyatu dengan semangat kolaborasi lintas institusi pendidikan.

Ketua panitia seminar, Mohammad Sofyan Wahyudi, S.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial pelantikan organisasi profesi, tetapi juga ruang penguatan kompetensi guru BK menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

“Kegiatan ini bertujuan melaksanakan pelantikan pengurus cabang ABKIN Solo Raya periode 2026–2030, memperkuat profesionalisme dan solidaritas antaranggota, menambah wawasan konselor melalui seminar ilmiah, serta menjalin sinergi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan dan konseling,” ujarnya.

Ia menyebut jumlah peserta mencapai sekitar 162 orang dari berbagai daerah di Solo Raya. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan BK semakin meningkat di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang cepat.

Pelantikan pengurus PC ABKIN dilakukan untuk wilayah Sukoharjo, Surakarta, Sragen, Karanganyar, dan Klaten. Acara diawali registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Univet Bantara, Mars ABKIN, pembacaan doa, sambutan-sambutan, hingga seminar utama yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional di bidang bimbingan dan konseling.

Dekan FKIP Univet Bantara, Dr. Pranichayudha Rohsulina, menilai profesi guru BK kini memegang peranan semakin penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

“Peserta didik saat ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga pendampingan dalam penguatan karakter, kesehatan mental, pengembangan diri, serta kemampuan menghadapi dinamika sosial dan perkembangan teknologi,” katanya.

Ia mengapresiasi ABKIN yang mampu menghadirkan forum kolaboratif antara dosen, guru, konselor, dan mahasiswa dalam satu wadah profesional. Menurutnya, model kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

“Saya melihat asosiasi ini sangat lengkap. Ada guru, dosen, konselor, dan mahasiswa yang bisa duduk bersama dalam satu forum. Ini luar biasa dan menjadi modal besar bagi pengembangan layanan BK ke depan,” ungkapnya.

Dalam seminar tersebut, narasumber utama Mulawarman, S.Pd., M.Pd., Ph.D., membahas implementasi layanan BK dalam pendekatan *deep learning*. Pendekatan tersebut tidak dimaknai sebatas teknologi kecerdasan buatan, tetapi lebih pada pembelajaran mendalam yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam memahami diri, lingkungan, dan proses pengembangan karakter.

Sementara itu, Dr. Tri Widati S.A., M.Pd., memaparkan model layanan BK untuk pembelajaran sosial emosional. Menurutnya, penguatan aspek emosional siswa menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim belajar yang sehat di sekolah.

Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Edi Purwanto, menegaskan bahwa peran guru BK akan semakin besar dalam sistem pendidikan masa depan. Ia menyebut guru BK menjadi pihak yang paling dekat dalam proses pendampingan peserta didik sejak awal masuk hingga lulus sekolah.

“Guru BK memiliki peran strategis mulai dari proses skrining potensi siswa, pendampingan selama pembelajaran, hingga membantu menyelesaikan persoalan sosial dan psikologis peserta didik,” katanya.

Menurutnya, guru BK tidak lagi identik sebagai “guru penghukum”, melainkan pendamping yang membantu siswa menemukan potensi terbaiknya.

“Tidak ada anak nakal. Semua anak memiliki potensi. Di situlah peran guru BK untuk membimbing dan mengembangkan potensi itu agar tumbuh menjadi prestasi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya kompleksitas persoalan siswa di era digital, mulai dari rendahnya motivasi belajar, persoalan keluarga, kesehatan mental, hingga pengaruh media sosial. Karena itu, pendekatan konseling yang humanis dan adaptif dinilai menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan saat ini.

Seminar dan pelantikan tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan modern tidak lagi hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembangunan manusia seutuhnya. Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, guru BK dinilai menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental, karakter, dan arah masa depan generasi muda Indonesia.

Pos terkait