Solo Heritage Festival 2026 Angkat Semangat Pelestarian Budaya Lewat Tema “Rupa Rasa Warisan”

SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar Solo Heritage Festival 2026 sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus menghidupkan ruang-ruang bersejarah sebagai pusat aktivitas masyarakat. Mengusung tema “Rupa Rasa Warisan”, kegiatan ini akan berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Taman Balekambang, nDalem Sasana Mulya, dan Museum Keris Surakarta.

Festival tahunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Purbakala Nasional yang diperingati setiap 14 Juni. Selain menjadi wadah apresiasi budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga dan memanfaatkan cagar budaya sebagai aset bersama.

Tema “Rupa Rasa Warisan” menggambarkan kekayaan budaya Kota Surakarta yang tidak hanya terlihat dari peninggalan fisik berupa bangunan bersejarah, arsip, serta berbagai artefak, tetapi juga tercermin dalam tradisi, seni pertunjukan, musik, dan nilai-nilai budaya yang masih hidup serta diwariskan dari generasi ke generasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta menjelaskan, Solo Heritage Festival tidak sekadar menjadi agenda hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan penguatan komitmen pelestarian budaya.

“Warisan budaya bukan hanya tentang menjaga bangunan atau benda bersejarah, tetapi juga merawat nilai, cerita, dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Melalui Solo Heritage Festival 2026, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal, mencintai, dan terlibat dalam pelestarian budaya Kota Surakarta,” ujarnya.

Beragam kegiatan telah disiapkan selama tiga hari penyelenggaraan. Mulai dari pembukaan festival yang dimeriahkan Senam Nostalgia Sepanjang Masa, program Peduli Cagar Budaya Surakarta melalui penanaman pohon di kawasan cagar budaya serta pembagian bibit tanaman kepada siswa sekolah dasar dan kelompok wanita tani, hingga berbagai lomba kreatif yang mengangkat tema warisan budaya.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati Lomba Storynomic Warisan Budaya, Lomba Desain Batik, Lomba Mewarnai Cagar Budaya Surakarta, Pasar Nostalgia, diskusi dan pemutaran film berlatar cagar budaya, pameran lukisan bertema heritage, pertunjukan seni budaya, hingga malam penghargaan sebagai penutup rangkaian acara.

Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pelestarian cagar budaya, meningkatkan kecintaan terhadap budaya lokal, sekaligus memperkaya daya tarik wisata budaya di Kota Bengawan.

Lebih jauh, Solo Heritage Festival 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara nilai-nilai masa lalu dengan dinamika kehidupan masa kini. Warisan budaya tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah semata, melainkan sebagai sumber inspirasi yang tetap relevan dalam mendukung perkembangan kota dan identitas masyarakat Surakarta.

Masyarakat luas diundang untuk berpartisipasi dan meramaikan Solo Heritage Festival 2026 sebagai bagian dari upaya bersama menjaga, merawat, dan merayakan kekayaan budaya Kota Surakarta.

Solo Heritage Festival 2026
Tema: Rupa Rasa Warisan
Tanggal: 12–14 Juni 2026

Kontak Media:
Sutrisno, S.Sn
Kepala Bidang Pembinaan Sejarah dan Pelestarian Cagar Budaya
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan