Antara Medis dan Misteri: Pengalaman Spiritual Dr. Brm. Kusumo Putro di Ambang Kematian

SOLO – Siang itu, sekitar pukul 13.00 WIB, suasana di kantor kawasan Sriwedari mendadak mencekam. Tanpa gejala atau keluhan sebelumnya, Dr. Brm. Kusumo Putro, seorang tokoh masyarakat Solo, tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri. Ia dilarikan ke IGD RS PKU Muhammadiyah dalam kondisi kritis. Diagnosis medis menyatakan ia mengalami koma.

Selama hampir tiga jam, raga Kusumo terbaring kaku, namun jiwanya justru berkelana ke dimensi yang tak terjangkau nalar manusia.

Bacaan Lainnya

Antara Kabut dan Sosok Raksasa

Dalam kondisi tubuh yang tak berdaya, Kusumo mengaku tidak sepenuhnya “mati”. Ia menggambarkan posisinya seperti bayi yang sedang nyingkrung (tengkurap dengan posisi meringkuk). Matanya terbuka, namun ia melihat sesuatu yang menggetarkan jiwa.

“Saya melihat ke atas, dan di samping saya berdiri sosok yang sangat besar,” kenangnya perlahan. Sosok itu berdiri tegak, namun bagian pinggang ke atas tertutup kabut tebal yang pekat. Hanya bagian kaki hingga betis berukuran raksasa yang tampak nyata. Di hadapan makhluk itu, Kusumo merasa sangat kecil, tertekan, dan nyaris hilang keberanian.

Guncangan dan Perintah Bangkit

Di tengah keputusasaan itu, sebuah suara menggelegar sekaligus mengguncang kesadarannya.

“Tangi… tangi… tangi…!” (Bangun… bangun… bangun…!)

Suara itu terdengar empat kali, dibarengi dengan sensasi guncangan fisik yang nyata. Seketika itu juga, kesadaran Kusumo tersentak kembali ke alam nyata secara paksa. Ia terbangun dalam kondisi panik luar biasa. Tangan bergetar hebat, kaki bergerak tak terkendali, dan ia merasakan sensasi tercekik di tenggorokannya.

Tanpa berpikir panjang, ia menarik paksa selang medis yang menyumbat saluran pernapasannya. Perawat dan keluarga di ruangan IGD berteriak panik, mencoba menahannya, namun Kusumo seolah memiliki tenaga baru. Ia melompat turun dari tempat tidur dan berjalan keluar ruangan dalam kondisi limbung namun bertenaga.

Keajaiban Medis: Tubuh yang ‘Direset’

Tiga hari setelah kejadian itu, keajaiban kembali terungkap saat pemeriksaan kontrol. Dokter ahli syaraf dan dokter penyakit dalam dibuat terperangah. Semua jaringan syaraf Kusumo berfungsi normal tanpa cacat sedikit pun. Jantung, paru-paru, ginjal, hingga pankreasnya berada dalam kondisi sangat sehat.

Kusumo sendiri merasakan perubahan drastis pada fisiknya. “Badan saya terasa lebih segar dan bugar dibandingkan sebelum jatuh sakit. Seperti HP yang baru saja di-reset,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Dr.Brm. Kusumo Putro SH, MH. Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram (foto/ist)

Pelajaran dari Ambang Batas

Secara medis, pengalaman visual Kusumo mungkin bisa dijelaskan sebagai halusinasi akibat trauma atau efek kondisi koma. Namun, dalam kacamata budaya Jawa, ini adalah fenomena spiritual yang mendalam.

Bagi Kusumo, peristiwa ini adalah pengingat akan kekuasaan Tuhan. Biasanya, koma dalam waktu lama dapat berakibat fatal, mulai dari kelumpuhan permanen (stroke) hingga kematian. Namun, ia justru diberi “kesempatan kedua” dengan raga yang jauh lebih sehat.

Hingga kini, pengalaman di RS PKU jalan Ronggowarsito itu tetap menjadi misteri yang menggantung sebuah perjalanan singkat ke batas antara dunia nyata dan dimensi yang belum terjelaskan.

Pos terkait