Boyolali – Memasuki hari kedua pelaksanaan Latihan Berganda (Latganda), siswa Sekolah Pembentukan Bintara (Setukba) TNI Angkatan Udara Angkatan ke-50 dari Skadron Pendidikan (Skadik) 402 Wingdik 400/Matukjur menjalani latihan navigasi darat di wilayah Kabupaten Boyolali, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada penguasaan materi Ilmu Medan, Peta, dan Kompas (IMPK) sebagai bekal dasar bagi para calon Bintara TNI AU agar mampu melaksanakan tugas di berbagai karakteristik medan secara mandiri dan tepat.
Latihan dipimpin Komandan Skadik 402, Letkol Pas Dwi Rizal Argian, S.E., yang bertindak sebagai Komandan Latihan (Danlat), didampingi para pelatih serta unsur pendukung. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan sebelum para siswa bergerak menuju titik awal latihan baca peta di Desa Guli, Kecamatan Nogosari.
Dengan berbekal peta topografi, para peserta menempuh rute sekitar tiga kilometer menuju Desa Sindon. Selama perjalanan, mereka dituntut mampu mengidentifikasi kondisi medan, menentukan arah, serta memilih jalur yang sesuai berdasarkan pembacaan peta.
Setelah menyelesaikan materi navigasi menggunakan peta, latihan dilanjutkan dengan praktik penggunaan kompas. Pada tahap ini, siswa mengasah kemampuan menentukan orientasi, azimut, dan arah pergerakan menuju sasaran secara mandiri hingga mencapai Lapangan Tembak Kopral Semi sebagai titik akhir latihan sekaligus lokasi berbivak.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai skenario latihan yang telah direncanakan.
Sesampainya di Lapangan Tembak Kopral Semi, para siswa melaksanakan istirahat, salat, dan makan (ishoma) sebelum memasuki kegiatan berbivak. Melalui latihan ini, Wingdik 400/Matukjur berharap para siswa Setukba TNI AU Angkatan ke-50 semakin terampil dalam navigasi darat, memiliki disiplin yang tinggi, serta siap secara fisik maupun mental untuk menghadapi berbagai tantangan tugas di satuan setelah menyelesaikan pendidikan.






