SLEMAN — Kawasan Tiyasan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu ekosistem ekonomi kreatif baru di wilayah Yogyakarta bagian utara. Pertumbuhan usaha kuliner, kafe, UMKM, komunitas, serta aktivitas masyarakat menjadi modal untuk menghubungkan berbagai potensi ekonomi lokal secara lebih inklusif dan berkelanjutan.
Potensi tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Sleman tumbuh 6,53 persen pada 2025, sekaligus menjadi pertumbuhan tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Pengembangan ekonomi kreatif di Sleman juga telah memiliki landasan melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.
Di tingkat lokal, Kalurahan Sinduharjo memiliki beragam potensi, mulai dari kuliner tradisional dan produk olahan, usaha kopi, UMKM hingga ruang publik yang menjadi tempat berinteraksi masyarakat. Perkembangan Tiyasan sebagai kawasan kuliner turut membuka peluang mempertemukan pelaku usaha, komunitas dan masyarakat dalam aktivitas ekonomi yang saling mendukung.
Corporate Secretary PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Fajriyah Usman, mengatakan perkembangan kawasan seperti Tiyasan menunjukkan pentingnya membangun ekosistem ekonomi lokal yang mampu menghubungkan potensi masyarakat dengan peluang ekonomi yang terus berkembang.
“Pertumbuhan ekonomi lokal tidak hanya ditentukan oleh semakin banyaknya usaha yang muncul, tetapi juga bagaimana berbagai potensi tersebut dapat saling terhubung dan menciptakan ekosistem yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Tiyasan memiliki modal tersebut melalui perkembangan kuliner, UMKM, komunitas, dan ruang publik,” ujar Fajriyah.
Menurutnya, keberadaan berbagai aktivitas ekonomi dan komunitas di Tiyasan dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan kawasan tersebut tidak hanya sebagai pusat kuliner, tetapi juga ruang tumbuh bagi kreativitas dan kolaborasi masyarakat.
“Ketika pelaku UMKM, usaha kuliner, komunitas, dan masyarakat memiliki ruang untuk bertemu dan berkolaborasi, akan muncul peluang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi baru. Kami melihat potensi tersebut dapat terus diperkuat di Tiyasan,” jelasnya.
Salah satu upaya mempertemukan berbagai potensi tersebut diwujudkan melalui Suadesa Festival 2026 yang berlangsung di kawasan Tiyasan pada 22–23 Agustus 2026.
Kegiatan yang didukung PGN tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi pelaku UMKM, komunitas dan masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, menyampaikan apresiasi atas dukungan PGN terhadap pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayahnya.
Ia mengatakan kawasan Tiyasan memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian sekaligus kreativitas masyarakat.
“Event Suadesa Festival yang digelar di Tiyasan harapannya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membuka ruang bagi kegiatan ekonomi dan kreativitas warga. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.
Abu Bakar juga menyebut Taman Lohjinawi sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan. Ruang publik tersebut memiliki pemandangan menarik dan berada tidak jauh dari sentra UMKM.
Menurutnya, ruang publik dan sentra usaha tersebut dapat dikolaborasikan melalui berbagai kegiatan sehingga tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
“Ke depan kami ingin potensi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ruang publik, kuliner, UMKM, dan kegiatan masyarakat bisa saling terhubung sehingga Tiyasan memiliki daya tarik yang lebih kuat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga,” tutupnya.






