BALIKPAPAN – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan memperkuat konektivitas transportasi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui peluncuran zona Pick Up dan Drop Off layanan angkutan perkotaan Balikpapan City Trans (Bacitra).
Peluncuran berlangsung di Plaza Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (27/8/2026). Pada hari yang sama, Ditjen Hubdat juga meluncurkan layanan angkutan antarmoda dengan rute Balikpapan–IKN yang terintegrasi dengan sejumlah simpul transportasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan, kehadiran layanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan transportasi yang aman, selamat, terjangkau, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga IKN.
“Adanya layanan ini tentu untuk mewujudkan sistem transportasi darat yang terintegrasi, tertib, efisien dan berkelanjutan. Sebagai kawasan penyangga IKN, memerlukan sistem transportasi yang menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Aan.
Bacitra Layani Tiga Koridor
Saat ini Bacitra melayani tiga koridor utama di Kota Balikpapan.
Koridor 1 melayani rute Pelabuhan Semayang–Bandara SAMS Balikpapan pulang-pergi (PP) dengan sembilan unit bus yang beroperasi dan satu unit cadangan.
Sementara Koridor 2A melayani rute Terminal Batu Ampar melalui Jalan MT Haryono dengan sistem looping, menggunakan enam unit bus operasional dan satu unit cadangan.
Adapun Koridor 2B melayani rute Terminal Batu Ampar melalui Jalan Ahmad Yani dengan pola looping, menggunakan enam unit bus operasional dan satu unit cadangan.
Selain layanan perkotaan, pemerintah juga menghadirkan angkutan antarmoda yang menghubungkan sejumlah simpul transportasi strategis di Balikpapan hingga kawasan IKN.
Rute tersebut meliputi Pelabuhan Semayang–Bandara SAMS Balikpapan–TTA Batu Ampar–IKN melalui Tol Samboja, dengan panjang lintasan sekitar 127 kilometer.
Layanan antarmoda tersebut didukung tujuh armada bus berkapasitas 25 penumpang. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar tiga jam dengan headway 60 menit.
Integrasi Transportasi Jadi Kunci
Aan menuturkan, Pelabuhan Semayang memiliki posisi penting sebagai simpul transportasi laut dalam mendukung mobilitas masyarakat.
Dengan adanya zona pick up dan drop off yang terintegrasi, penumpang diharapkan dapat lebih mudah melanjutkan perjalanan menggunakan Bacitra maupun layanan angkutan antarmoda Balikpapan–IKN.
“Integrasi transportasi ini perlu untuk terus dikembangkan demi memperkuat keterhubungan antara transportasi jalan, laut, udara dan kawasan strategis lainnya,” jelasnya.
Tidak hanya Pelabuhan Semayang, Plaza Balikpapan juga dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat sekaligus kawasan komersial yang dapat mendukung pengembangan transportasi publik perkotaan.
Ditjen Hubdat mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam pengembangan sistem transportasi tersebut.
Aan berharap kehadiran layanan baru ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan yang berorientasi pada transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD) sesuai karakteristik dan prinsip penyelenggaraan transportasi jalan.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah kota dan provinsi Kalimantan Timur. Kami harap ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan yang berorientasi pada transit atau Transit Oriented Development (TOD) sesuai karakteristik dan prinsip penyelenggaraan transportasi jalan,” pungkas Aan.
Penguatan konektivitas Balikpapan–IKN tersebut diharapkan mampu memberikan alternatif mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan penyangga IKN.
(Redaksi Kabarjoglo)






