SURAKARTA – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Research Group Banking and Finance, Program Studi Sarjana Terapan Perbankan dan Keuangan Digital, Sekolah Vokasi UNS, menggelar Focus Group Discussion (FGD) penelitian bertajuk “Adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keterampilan Tenaga Kerja dalam Mendukung Daya Saing Daerah.”
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari skema Penelitian Unggulan Terapan B (PUTB-UNS) Tahun 2026, dengan bidang unggulan Pembangunan Manusia dan Daya Saing Bangsa.
FGD menghadirkan Dr. Yesi Hendriani Supartoyo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai narasumber sekaligus anggota tim eksternal penelitian PUTB UNS 2026.
Kegiatan ini diikuti sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dari wilayah Solo Raya dan Klaten. Forum tersebut menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan teknologi informasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), kesiapan infrastruktur digital, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah.
Dekan Sekolah Vokasi UNS, Prof. Dr. Eng. Ir. Herman Saputro, S.Pd., M.Pd., M.T., menegaskan bahwa kegiatan penelitian tersebut diharapkan tidak berhenti pada kepentingan akademik, tetapi memberikan dampak nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar kampus.
“Harapannya, ini menjadi bukti bahwa keberadaan kampus memiliki dampak kepada kabupaten dan kota di sekitar kampus, khususnya di wilayah Solo Raya,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan AI saat ini membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas kinerja. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam FGD tersebut, peserta membahas bagaimana pemerintah daerah dapat memanfaatkan perkembangan TIK dan AI sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan mengoptimalkan teknologi tersebut.
Hasil kajian penelitian nantinya akan dituangkan dalam bentuk policy brief. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi pemerintah kabupaten dan kota di Solo Raya dalam menentukan kebijakan terkait pembangunan infrastruktur TIK dan pengembangan kompetensi SDM.
“Dengan adanya policy brief ini, pemerintah kabupaten dan kota di Solo Raya dapat memperoleh gambaran mengenai apa yang perlu disiapkan, mulai dari infrastruktur TIK hingga sumber daya manusianya,” jelasnya.
Dorong Dampak Nyata Penelitian Perguruan Tinggi
Ketua tim penelitian PUTB-UNS 2026, Endang Martini, S.Pd., M.Si., mengatakan FGD tersebut secara khusus dilakukan untuk memperoleh masukan dari berbagai pihak terkait adopsi teknologi informasi dan keterampilan tenaga kerja dalam mendukung daya saing daerah.
“Harapan kami, FGD ini bisa memberikan masukan yang berdampak bagi pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya terkait bagaimana mengadopsi teknologi dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja untuk mendukung daya saing daerah,” kata Endang.
Ia menjelaskan, peserta FGD berasal dari sejumlah dinas dan lembaga pemerintah daerah di wilayah Solo Raya dan Klaten. Di antaranya perwakilan Bappeda/Brida, dinas yang membidangi tenaga kerja, serta perangkat daerah lainnya yang berkaitan dengan pengembangan teknologi, ekonomi dan sumber daya manusia.
Selain itu, penelitian tersebut juga membuka peluang tindak lanjut kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Klaten dan mitra terkait lainnya.
Endang berharap hasil penelitian dapat menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
“Harapan kami FGD ini sangat bermanfaat dan berdampak sebagai implementasi kinerja dosen yang berkecimpung dan memberikan kontribusi kepada masyarakat,” tuturnya.
Penelitian ini dipimpin oleh Endang Martini, S.Pd., M.Si., dengan anggota tim Diah Pramesti, S.E., M.M., Rosita Mei Damayanti, S.E., M.Rech., Mehilda Rosdaliva, S.E., M.Ec.Dev., serta Laras Safira, S.E., M.E.
Melalui penelitian tersebut, UNS berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital pemerintah daerah. Tidak hanya melalui pengembangan teknologi, tetapi juga memastikan kesiapan sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan perkembangan AI.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, BRIN, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, hasil penelitian diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk memperkuat daya saing daerah, khususnya di kawasan Solo Raya dan Klaten.






