Jakarta – Tantangan birokrasi yang terus berkembang menuntut aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas dan budaya kerja yang kuat. Pesan tersebut menjadi sorotan Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XIX atau D19DAYA dalam momentum 14 tahun pengabdian mereka.
Komitmen itu dibahas dalam Seminar Nasional 14 Tahun Pengabdian Purna Praja IPDN Angkatan XIX bertajuk “Integritas dan Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara Masa Kini”. Kegiatan berlangsung di Kesatriaan IPDN, Jatinangor, Minggu (6/9/2026).
Ketua Umum D19DAYA, Sahrulyadi, S.STP., M.A.P., mengatakan perjalanan 14 tahun sejak menyelesaikan pendidikan menjadi kesempatan bagi para alumni untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kembali semangat pengabdian.
Menurutnya, alumni IPDN memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Integritas Bukan Sekadar Slogan
Sahrulyadi menekankan integritas harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, terutama ketika ASN menjalankan kewenangan dan memberikan pelayanan publik.
“Integritas bukan sekadar ucapan. Integritas adalah keberanian untuk tetap jujur ketika tidak ada yang melihat, konsistensi antara perkataan dan perbuatan, serta menggunakan kewenangan semata-mata untuk kepentingan masyarakat,” ujar Sahrulyadi.
Ia menilai integritas tidak dapat dipisahkan dari budaya kerja. Kedisiplinan, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan kompetensi, kemampuan beradaptasi, hingga kolaborasi menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, selaras dengan core values ASN BerAKHLAK yang menjadi fondasi perilaku aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

D19DAYA Dorong ASN Tangguh dan Adaptif
D19DAYA juga mendorong para anggotanya agar mampu menjadi aparatur yang tangguh menghadapi perubahan, unggul dalam kompetensi, sekaligus memberikan keteladanan.
Ketangguhan tersebut diwujudkan melalui konsistensi menjaga integritas. Sementara keunggulan dibangun lewat peningkatan kompetensi dan inovasi. Adapun keteladanan diharapkan muncul melalui perilaku serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bagi D19DAYA, pengabdian tidak berhenti ketika pendidikan di IPDN selesai. Alumni Angkatan XIX yang lulus pada 2012 hingga kini masih mengambil bagian dalam berbagai bidang di lingkungan almamater.
Kontribusi tersebut antara lain diwujudkan melalui peran sebagai dosen, pejabat struktural, pejabat fungsional, hingga menduduki sejumlah posisi strategis di IPDN.
“Semangat pengabdian harus terus kita jaga. Mari memperkuat integritas, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional serta berpihak kepada masyarakat,” kata Sahrulyadi.
Bahas Integritas ASN dan Pencegahan Korupsi
Seminar nasional tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh dari lingkungan IPDN dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bagian dari penguatan perspektif mengenai integritas aparatur.
Kegiatan dihadiri Wakil Rektor IPDN Bidang Hukum, Kerja Sama dan Kepegawaian Dr. Bernhard Rondonuwu, S.Sos., M.Si.
Hadir pula Penyidik Tindak Pidana Korupsi KPK RI Lukman Hamdani, S.STP., M.A.P. yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut.
Melalui kegiatan ini, D19DAYA menegaskan bahwa perjalanan 14 tahun pengabdian bukan sekadar peringatan organisasi, melainkan menjadi momentum untuk menjaga marwah alumni IPDN melalui integritas, kompetensi, inovasi, dan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.






