SURAKARTA – Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar mendapat penugasan baru sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) pada Oktober 2026. Sebelumnya, ia menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Penugasan tersebut menjadi bagian baru dalam perjalanan karier Fadjar di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selama berdinas, ia telah menjalani berbagai tugas, mulai dari pasukan khusus, komando kewilayahan, lembaga pendidikan militer, hingga pengelolaan kebijakan pertahanan nasional.
Mohammad Fadjar lahir di Ambon, Maluku, pada 14 Agustus 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan Infanteri. Pada awal kariernya, Fadjar menjalani penugasan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di dunia militer.
Untuk mendukung pengembangan karier, Fadjar mengikuti sejumlah pendidikan lanjutan, di antaranya Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), serta pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Ia juga memiliki gelar Master of Policing, Intelligence and Counter-Terrorism yang berkaitan dengan kepolisian, intelijen, dan penanggulangan terorisme.
Latar belakang pendidikan tersebut melengkapi pengalamannya dalam bidang operasi, kepemimpinan, dan pengelolaan organisasi pertahanan. Sepanjang perjalanan dinasnya, Fadjar mengemban tanggung jawab yang mencakup pembinaan personel, pengembangan kemampuan satuan, serta pelaksanaan tugas komando.
Ketika bertugas di Kopassus, ia pernah menjabat Komandan Batalyon 23 Grup 2 Kopassus dan Komandan Grup 1/Para Komando Kopassus. Pada 2015, ia dipercaya memimpin Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus).
Pengalaman di lingkungan pasukan khusus memberinya kesempatan untuk terlibat dalam pembinaan prajurit dan pengembangan kemampuan operasional. Setelah menjalani sejumlah tugas tersebut, Fadjar memperoleh penugasan di lingkungan kepresidenan.
Pada periode 2015–2016, ia bertugas sebagai ajudan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Dalam kapasitas tersebut, ia mendukung kegiatan kepala negara sesuai dengan tanggung jawab yang melekat pada jabatan ajudan presiden.
Setelah menyelesaikan tugas itu, Fadjar kembali menjalani penugasan di lingkungan TNI Angkatan Darat. Ia pernah menjabat Komandan Resimen Induk Kodam IV/Diponegoro, Komandan Korem 023/Kawal Samudera, dan Komandan Korem 031/Wira Bima. Selain itu, ia juga pernah bertugas sebagai Paban III/Siapsat Sopsad.
Pada periode 2020–2022, Fadjar memimpin Pusat Pendidikan Teritorial Kodiklatad. Pengalaman di lembaga pendidikan tersebut memperkuat keterlibatannya dalam pembinaan sumber daya manusia militer. Pada 2022, ia kemudian dipercaya menjabat Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad.
Karier Fadjar selanjutnya berkembang ke bidang pendidikan tinggi dan kebijakan pertahanan. Pada 2022–2023, ia memimpin Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu di Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Pada 2023, Fadjar diangkat menjadi Direktur Jenderal Potensi Pertahanan di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Penugasan ini memperluas pengalamannya ke bidang pengelolaan potensi pertahanan dan perumusan kebijakan yang mendukung kepentingan pertahanan nasional.
Pada 2024, Fadjar mendapat kepercayaan memimpin Komando Daerah Militer III/Siliwangi sebagai Pangdam III/Siliwangi. Dalam jabatan tersebut, ia bertanggung jawab terhadap pembinaan satuan dan pelaksanaan tugas komando kewilayahan sesuai dengan cakupan tanggung jawab Kodam III/Siliwangi.
Pada September 2024, ia kemudian ditugaskan sebagai Komandan Kodiklat TNI. Jabatan ini berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan latihan pada tingkat TNI. Adapun Kodiklatad memiliki lingkup tugas tersendiri, yakni pembinaan doktrin, pendidikan, dan latihan di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Pengalaman memimpin lembaga pendidikan dan latihan menjadi salah satu bagian dari perjalanan profesional Fadjar sebelum kembali mengemban tanggung jawab di bidang komando operasional.
Pada Desember 2024, Fadjar dipercaya menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Kostrad merupakan salah satu komando utama TNI Angkatan Darat yang berperan dalam menyiapkan dan mengerahkan kekuatan untuk mendukung pelaksanaan operasi militer.
Sebagai Pangkostrad, ia memimpin pembinaan organisasi dan personel serta bertanggung jawab terhadap kesiapan satuan di bawah komandonya. Penugasan tersebut menempatkannya pada posisi strategis dalam pengelolaan kekuatan militer Angkatan Darat.
Pada Oktober 2026, Fadjar kembali mendapat amanah baru sebagai Dankodiklatad. Ia disebut menggantikan Letnan Jenderal TNI Mohamad Hasan, yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut sejak 30 Desember 2024.
Kodiklatad memiliki peran dalam pengembangan doktrin, penyelenggaraan pendidikan, dan pelaksanaan latihan bagi prajurit TNI Angkatan Darat. Fungsi tersebut mendukung peningkatan profesionalisme personel, pengembangan kemampuan satuan, serta kesiapan prajurit dalam menghadapi perkembangan tantangan pertahanan.
Penugasan baru ini membawa Fadjar kembali ke ranah pendidikan dan latihan militer setelah memimpin Kostrad. Pengalaman yang diperolehnya dari berbagai satuan dan lembaga pertahanan menjadi bagian dari bekal untuk menjalankan tanggung jawab di lingkungan Kodiklatad.
Perjalanan karier Mohammad Fadjar mencakup berbagai bidang, mulai dari pasukan khusus dan komando kewilayahan hingga pendidikan militer serta kebijakan pertahanan nasional. Setelah menjabat Pangdam III/Siliwangi dan Komandan Kodiklat TNI, ia memimpin Kostrad sebelum memperoleh penugasan sebagai Dankodiklatad pada Oktober 2026.
Penunjukan tersebut menandai kelanjutan pengabdiannya di lingkungan TNI Angkatan Darat, khususnya dalam pembinaan doktrin, pendidikan, dan latihan untuk mendukung pengembangan kualitas prajurit serta kesiapan satuan.






