Rotary Solo Kampanyekan End Polio di CFD Slamet Riyadi, Wali Kota Surakarta Ajak Perkuat Imunisasi Anak

AG Metty Indriasari dari Rotary Area 5 Distrik 3420 saat menyampaikan sambutan (tengah).

SOLO – Rotary bersama berbagai elemen masyarakat mengampanyekan pemberantasan polio melalui kegiatan End Polio Campaign 2026 bertema Together We End Polio di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Bank MNC, Kota Solo, Minggu (25/10/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung pukul 06.30–08.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan polio, perlindungan kesehatan anak, dan pelaksanaan imunisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Bacaan Lainnya

Kampanye ini juga menjadi momentum untuk memperingati Hari Polio Sedunia (World Polio Day) yang diperingati setiap 24 Oktober.

Dalam sambutannya, AG Metty Indriasari dari Rotary Area 5 Distrik 3420 menyampaikan bahwa pemberantasan polio merupakan salah satu misi kemanusiaan Rotary yang membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Menurutnya, polio bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan juga menyangkut masa depan anak-anak. Penyakit tersebut dapat menyebabkan kelumpuhan permanen sehingga upaya pencegahan perlu terus diperkuat.

“Pemberantasan polio bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan. Kita semua memiliki peran dalam mewujudkan dunia yang bebas polio,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Rotary juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan kampanye ini sebatas kegiatan seremonial, tetapi sebagai pengingat pentingnya kepedulian terhadap kesehatan anak dan peningkatan pemahaman keluarga mengenai imunisasi.

## Wali Kota Surakarta Apresiasi Gerakan Rotary

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi kepada Rotary Distrik 3420, Rotary Area Solo, serta seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kampanye tersebut.

Dalam sambutan yang disampaikan pada kegiatan itu, Respati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan polio.

Menurutnya, ancaman polio tidak boleh diabaikan. Kewaspadaan, edukasi kesehatan, serta pelaksanaan imunisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan harus terus dilakukan untuk melindungi anak-anak.

Peringatan Hari Polio Sedunia, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa pemberantasan penyakit tersebut membutuhkan komitmen bersama yang konsisten dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Surakarta juga mengajak para orang tua untuk memastikan anak-anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal serta berkonsultasi dengan petugas kesehatan apabila masih memiliki pertanyaan atau kekhawatiran terkait imunisasi.

Di sisi lain, tenaga kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memberikan edukasi dengan informasi yang benar, mudah dipahami, dan dapat dipercaya masyarakat.

## Perkuat Edukasi Kesehatan hingga Fasilitas Pelayanan

Dalam sambutan tersebut, Respati turut mengapresiasi berbagai upaya Rotary dalam mendukung kesehatan masyarakat, termasuk kegiatan kunjungan ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Surakarta.

Kegiatan yang disebutkan meliputi kunjungan ke Puskesmas Jebres, Puskesmas Pembantu Joyotakan, dan Puskesmas Sangkrah pada 20 Oktober 2026, serta fasilitas kesehatan lainnya.

Langkah tersebut dinilai menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan anak dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui edukasi, perhatian kepada keluarga, dan kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Rangkaian End Polio Campaign 2026 di kawasan CFD Solo juga mencakup kegiatan senam zumba, pemeriksaan kesehatan gratis, serta sosialisasi mengenai pentingnya vaksinasi polio.

Selain mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, kegiatan di ruang publik tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada warga.

## Kolaborasi untuk Generasi Bebas Polio

Pemerintah Kota Surakarta berharap kolaborasi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar berbagai program kesehatan memberikan manfaat nyata.

Kampanye bertema “Together We End Polio” membawa pesan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat, dukungan terhadap imunisasi, serta penyebaran informasi kesehatan yang tepat menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Melalui kegiatan ini, Rotary dan para pemangku kepentingan mengajak masyarakat untuk mengambil peran dalam melindungi generasi mendatang agar dapat tumbuh sehat, belajar, dan berkarya tanpa ancaman polio.

Upaya pemberantasan polio diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi terus diwujudkan melalui edukasi dan aksi nyata yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan