SEMARANG – Upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Jawa Tengah perlu melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Yayasan Penanggulangan Bahaya Narkoba Nasional (YPBNN) Provinsi Jawa Tengah menyiapkan penguatan edukasi yang menyasar lingkungan sekolah, perguruan tinggi, hingga permukiman warga di tingkat RT/RW.
Program tersebut menjadi salah satu langkah YPBNN Jateng untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda.
Ketua YPBNN Provinsi Jawa Tengah, Hernawan Tri Handoyo, menilai pengawasan keluarga terhadap pergaulan dan aktivitas anak di media sosial menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan orang tua. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga berpotensi menjadi jalur penawaran obat-obatan terlarang.
Karena itu, keluarga diharapkan lebih aktif mendampingi anak ketika menggunakan media sosial serta membangun komunikasi terbuka mengenai risiko penyalahgunaan narkoba.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Anak-anak dan remaja perlu mendapatkan pemahaman yang benar agar mampu mengenali dan menghindari bahaya narkoba,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Tiga Prioritas Penanggulangan Bahaya Narkoba
YPBNN Jateng menyiapkan tiga fokus dalam menjalankan program penanggulangan bahaya narkoba. Ketiganya meliputi perluasan edukasi kepada masyarakat, penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah, serta perhatian terhadap korban penyalahgunaan narkoba melalui fasilitasi rehabilitasi.
Dalam bidang edukasi, sekolah dan kampus menjadi sasaran penting untuk membangun kesadaran sejak dini. Sementara itu, penyuluhan di lingkungan RT/RW diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat dalam mengenali risiko dan mencegah penyalahgunaan narkoba di sekitarnya.
YPBNN juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. Upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian, pemerintah daerah, keluarga, serta organisasi kemasyarakatan.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat langkah pencegahan di tengah masyarakat.
Pengukuhan Pengurus YPBNN Jateng
Komitmen penguatan program tersebut disampaikan dalam rangkaian pelantikan dan pengukuhan pengurus YPBNN Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat (23/10/2026).
Melalui kepengurusan yang dikukuhkan, YPBNN Jateng diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam memberikan edukasi, mendorong kepedulian masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pencegahan narkoba tidak cukup dilakukan melalui penindakan hukum. Kesadaran keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat juga menjadi unsur penting untuk membangun perlindungan bagi generasi muda.
Dengan memperluas edukasi hingga tingkat permukiman, YPBNN Jateng berupaya mendorong masyarakat agar semakin memahami bahaya narkoba dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja.






