Hari ini : Kamis, 22 Oktober 2020 03:31

ACT Solo Luncurkan Progam Wakaf Modal Usaha Mikro (WMUM)

Sukoharjo, Kabarjoglo.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo terus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha mikro di tengah kondisi pandemi  seperti saat ini. Bertempat di Masjid Al Muhtadin, Cemani, Grogol, Sukoharjo, ACT Solo mengadakan launching program Wakaf Modal Usaha Mikro (WMUM), Jumat (25/9/2020). Acara ini dihadiri oleh pengurus Masjid Al Muhtadin dan calon penerima manfaat Wakaf Modal Usaha Mikro yang terdiri dari pelaku usaha kecil yang di tengah kondisi pandemic ini sangat terdampak.

Wakaf Modal Usaha Mikro ini merupakan program yang dihadirkan oleh Aksi Cepat Tanggap agar bias memberikan manfaat para pelaku usaha kecil. Modal usaha yang diberikan berupa anggaran sebesar 1-2 juta rupiah tergantung jenis usaha yang dijalankan oleh para pelaku usaha.

“Wakaf Modal Usaha Mikro ini adalah dana wakaf yang memang dipinjamkan selama periode waktu tertentu dan harus kembali utuh sesuai dengan nominal awal. Penerima manfaat berkewajiban mengembalikan dana ini selama periode waktu yang telah ditentukan, adapun manfaat yang muncul dari penggunakan dana wakaf ini dimanfaatkan oleh para pelaku usaha agar bisnis mereka tetap bias berjalan bahkan berkembang di tengah kondisi ekonomi yang sedang berat seperti saat ini,” tutur Ardiyan selaku koordinator Program ACT Solo.

ACT Solo selaku pemilik program memastikan program ini bias berjalan sebagaimana mestinya, untuk itu dalam implementasinya dibentuklah kelompok dana pendamping yang mengontrol berjalannya program ini. Tujuannya agar program bias berjalan sebagaimana mestinya dan anggota kelompok bisnis bias saling berkoordinasi dan mendukung satu dengan yang lainnya. Ibu Retno, aktivis kemanusiaan sekaligus pengasuh, guru, dan orang tua anak-anak jalanan ditunjuk ACT Solo untuk menjadi pendamping dalam program WMUM ini.

ACT berharap, program ini bias berjalan dengan baik sehingga nanti modal ini bias digulirkan kepada pelaku usaha yang lain agar bias berkembang usahanya dan perekonomian Indonesia bias lebih baik lagi.

Close
Close

SPONSOR