Hari ini : Sabtu, 22 Januari 2022 09:46

MENCEKAM! Sekelompok Ekstrimis Sandera Pejabat Pemkab Wonogiri

Tampak Dua Pria Bersenjata Laras Panjang. (Foto/Rfl)

Wonogiri, Kabarjoglo.com – Suasana tenang di Kantor Bupati Wonogiri mendadak mencekam setelah terdengar rentetan suara tembakan dari sejumlah pria bermasker bersenjatakan laras panjang yang memaksa masuk Kantor Bupati dan menyandera sejumlah pejabat serta pegawai Pemkab Wonogiri. Rabu pagi (15/12/2021).

Menyikapi situasi darurat ini pihak Pemkab Wonogiri segera menghubungi Pemprov Jateng mengirimkan pesan SOS. Selang beberapa saat, Yonif Raiders Mekanis 413/Bremoro, Mojolaban, Sukoharjo merespons pesan SOS tersebut dan bergerak cepat ke tempat kejadian perkara membawa 500 pasukan, dua unit kendaraan tempur (ranpur), puluhan unit motor trail dan satu unit helikopter. Tak butuh lama, pasukan Yonif Raiders Mekanis 413/Bremoro masuk dan melumpuhkan teroris serta mengamankan para sandera keluar dari gedung.

Pasukan Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Menyerbu Kantor Bupati Wonogiri. (Foto/Rfl)

Demikian skenario puncak latihan pemantapan raider yang dilakukan oleh Yonif Raider Mekanis 413/Bremoro. Tidak main main, Panglima Divisi Infantri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad meninjau langsung latihan yang digelar di wilayah Wonogiri tersebut.

Mayjen Andi dalam keterangannya ketika diwawancarai oleh tim Kabarjoglo menjelaskan bahwa “Latihan operasi khusus tersebut adalah raid penghancuran dan operasi pembebasan tawanan di mana seolah-olah para pejabat menjadi tawanan para kelompok ekstrimis yang mengganggu jalannya pemerintahan dan dibebaskan oleh pasukan raider. Prajurit dituntut bergerak cepat, senyap dan tepat dengan kondisi, situasi, medan dan cuaca apapun, itu tujuan lain dari latihan ini,” jelasnya.

Andi menambahkan bahwa “Prajurit saya yang dilatih selama 1 minggu ini ada 500 prajurit. Selama 1 minggu, latihan dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama di homebase, tahap kedua di hutan gunung dan yang terakhir di rawa laut, kebetulan kemarin mereka main di danau,” tambahnya.

Pangdivif 2 Kostrad Mayor Jenderal Andi Muhammad Menutup Latihan dan Pemantapan Raider. (Foto/ist)

Lebih lanjut, Andi menjelaskan dipilihnya Kabupaten Wonogiri sebagai tempat dilaksanakannya latihan dan pemantapan bukan semata-mata karena jaraknya yang dekat tetapi sudah disesuaikan berdasarkan laporan survei dari perencana latihan. “Kami melihat bahwa Wonogiri memenuhi syarat untuk semua materi latihan raider” tegasnya.

Mengapresiasi tindakan Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro, Wakil Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan “Dengan adanya latihan pemantapan raider menjadi bukti nyata sinergitas antara TNI dan rakyat. Semangat juang yang tinggi dalam melindungi segenap tumpah darah dan Nasionalisme ini diharapkan bisa ditelada oleh masyarakat” tandasnya. (rfl/R)

error: Content is protected !!