Konco Wingking: Fear of Success Perempuan Jawa yang Bekerja

Suku Jawa merupakan salah satu suku terbesar dari sekian banyaknya suku yang ada di Indonesia. Dalam lingkungan Jawa, ada beberapa isilah yang diberikan kepada perempuan berdasarkan peran dan kedudukan mereka. Istilah tersebut bukanlah sebuah istilah, namun membawa konsekuensi ideologis tertentu bagi perempuan (Sukri & Sofwan, 2001). Salah satu yang populer adalah istilah 3M yakni masak, macak, manak yang memberikan perspektif bahwa peran perempuan adalah untuk melayani, mengurus, serta bertanggungjawab dalam urusan keluarga. Sedangkan bagi laki-laki diberikan tugas untuk mencari nafkah yang utama dan bertanggungjawab terhadap kebutuhan keluarga (Rahmawati dkk, 2019).

Di kalangan masyarakat Jawa, perempuan dikenal dengan istilah konco wingking untuk menyebut istri, dimana istilah ini menunjukkan bahwa wanita tempatnya bukan di depan atau sejajar dengan laki-laki, melainkan di belakang. Dalam konsep budaya jawa wilayah kegiatan istri adalah seputar dapur, sumur, dan kasur. Walaupun demikian, ikatan dan konsepsi wanita sebagai konco wingking berlaku sebagai kondisi sak prayogyanipun (seyogyanya) atau dianggap ideal bagi budaya Jawa (Rahmawati dkk, 2019).

Konsep perempuan Jawa lainnya tertuang dalam Serat Candrarini (Murniati, dalam Budiati, 2012) yang terdiri dari beberapa butir, yaitu: setia pada laki-laki, rela dimadu, mencintai sesama, menguasai pekerjaan perempuan, pandai berdandan dan merawat diri, sedeerhana, pandai melayani laki-laki, menaruh perhatian pada mertua, dan gemar membaca buku tentang nasehat bagi perempuan.

Konsep dari budaya patriarki yang sudah dijelaskan diatas inilah yang kemudian diduga dapat mendorong adanya kecemasan pada perempuan jawa akan ditolak masyarakat ketika sukses, karena budaya yang kurang mengijinkan perempuan sukses di sektor publik. Hal ini dinamakan fear of success. Seperti yang sudah disinggung oleh Shaw dan Constanzo (1982), perempuan menjadi takut sukses karena tiga hal yaitu takut kehilangan feminitas, takut kehilangan penghargaan sosial, serta takut terjadi penolakan sosial. Takut kehilangan feminitas yang dimaksud bagi perempuan jawa adalah tidak mampu menerapkan konsep konco wingking, yang mengarahkan perempuan Jawa untuk takut mendekati keberhasilan dan mengantisipasi adanya penolakan sosial akibat dari kesuksesan yang diraihnya.

Penulis : Fitria Universitas Sebelas Maret Surakarta
Fakultas Psikologi

DAFTAR PUSTAKA
Rahmawati, A., Suryanto, & Hartini, N. (2019). Fear of Success Perempuan Bekerja (dalam Perspektif Budaya Jawa). Palastren, 11(1), 73–89.
Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan Jawa. Jakarta: PN. Balai Pustaka.

Kohn, M.L. 1971. Social Class and Parent Child Relationship: an Interpretation
Reading in Adolescent Psychology. Minneapolis Minnesota: Burges
Publishing Company.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan