KARANGANYAR – Pendidikan nonformal kembali menunjukkan perannya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebanyak lima Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kabupaten Karanganyar sukses menyelenggarakan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026, yang ditutup dalam sebuah seremoni di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.Kamis (23/7/2026) Siang.
Kelima LKP tersebut, yakni LKP Wahyu Manunggal, LKP Van, LKP Gama 94, LKP Sanggar Seni Kembang Lawu, dan satu LKP penyelenggara lainnya, berhasil meluluskan peserta didik yang telah menyelesaikan pelatihan sesuai bidang kompetensi masing-masing. Selain memperoleh keterampilan, peserta juga menerima bantuan peralatan usaha sebagai modal awal untuk membangun usaha mandiri.
Hendro Prayitno Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan nonformal dalam menumbuhkan wirausaha baru.
“Hari ini lima LKP telah menyelesaikan pelatihan dan menutup kegiatan bersama seluruh peserta. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salam dan apresiasi dari Bupati Karanganyar untuk seluruh peserta dan penyelenggara,” ujarnya.
Program PKW merupakan salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat melalui pelatihan berbasis keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Masing-masing LKP menghadirkan pelatihan sesuai bidang keahlian. LKP Van, misalnya, membekali peserta dengan keterampilan tata kecantikan sekaligus memberikan bantuan peralatan usaha. LKP Wahyu Manunggal menekankan pendampingan agar alumni mampu menjadi wirausaha mandiri, sedangkan LKP Gama 94 berfokus pada penguatan kompetensi yang mendukung pertumbuhan UMKM.
Di sisi lain, LKP Sanggar Seni Kembang Lawu mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, serta Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang dinilai konsisten mendukung pengembangan pendidikan nonformal berbasis kewirausahaan.
Keberhasilan lima LKP tersebut menunjukkan bahwa lembaga kursus tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar keterampilan, tetapi telah berkembang sebagai inkubator lahirnya pelaku usaha baru. Dengan bekal kompetensi, pendampingan, dan bantuan usaha, para lulusan diharapkan mampu menciptakan peluang kerja, memperkuat sektor UMKM, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karanganyar.
Program PKW 2026 sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan nonformal dalam mencetak sumber daya manusia yang produktif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.






