Ambal Warsa ke-346 Kartasura, Umbul Dungo Digelar di Petilasan Keraton

SUKOHARJO – Tradisi mengenang sejarah dan leluhur Keraton Kartasura kembali digelar masyarakat dalam rangka memperingati Ambal Warsa Kartasura ke-346. Kegiatan Umbul Dungo berlangsung di Bangsal Petilasan Keraton Kartasura dengan suasana khidmat, Kamis (10/9/2026).

Doa bersama tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat Kartasura untuk terus nguri-uri warisan sejarah dan budaya leluhur. Rangkaian doa diisi dengan dzikir dan tahlil yang dipimpin Ustaz Suwarno.

Meski digelar secara sederhana, kegiatan berlangsung khusyuk dan diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemerintahan, TNI-Polri, tokoh agama, budayawan, hingga warga Kartasura.

Napak Tilas Sejarah Mataram Islam

Kartasura memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Jawa. Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan dan ibu kota Mataram Islam sebelum kemudian lahir pusat kekuasaan yang berkembang menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Jejak keberadaan Keraton Kartasura hingga kini masih dapat ditemui melalui sejumlah peninggalan sejarah, termasuk kawasan benteng dan pemakaman.

Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Kartasura berupaya menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah tersebut melalui berbagai tradisi dan kegiatan budaya.

Umbul Dungo menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan.

Dihadiri Tokoh Kartasura

Sejumlah tokoh dan pejabat wilayah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Camat Kartasura Ichwan Sapto Darmono, Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo, Danramil 06 Kartasura Kapten Sudir, serta Lurah Kartasura Syaifudin.

Dari kalangan tokoh agama hadir antara lain Kyai Ismail Toyib, KH Muh Najib dan Ustaz Suwarno.

Tokoh masyarakat, pelaku budaya, serta warga Kartasura juga turut mengikuti rangkaian doa bersama tersebut.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa peringatan Ambal Warsa tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk merawat persaudaraan dan identitas Kartasura.

Pesta Rakyat hingga Kirab Budaya

Ketua Panitia Ambal Warsa Kartasura ke-346, Prof. Ivan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan Umbul Dungo.

Ia mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sederhana, namun tetap mengedepankan makna kebersamaan dan penghormatan terhadap sejarah Kartasura.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kartasura yang telah menyengkuyung acara Umbul Dungo ini. Meskipun kita adakan secara sederhana, acara berlangsung lancar,” ujar Prof. Ivan.

Rangkaian Ambal Warsa Kartasura ke-346 selanjutnya akan berlanjut pada 1 hingga 11 Oktober 2026 melalui berbagai kegiatan pesta rakyat.

Agenda tersebut meliputi bazar dan hiburan masyarakat. Rangkaian peringatan kemudian akan ditutup dengan kirab budaya pada 15 Oktober 2026.

Kirab budaya tahun ini mengusung tema “Nyawiji Ing Rasa, Guyub Ing Karsa, Kuncara Ing Nusantara.”

Tema tersebut menjadi pesan untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Kartasura.

Bagi masyarakat setempat, Ambal Warsa ke-346 bukan sekadar memperingati bertambahnya usia sebuah wilayah, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap dikenal generasi mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan