Srikandi Pejuang Walisongo Indonesia Gelar Silaturahmi Perdana, Fokus Bangun Pemberdayaan Perempuan

Surakarta – Srikandi Pejuang Walisongo Indonesia (PWI) menggelar pertemuan dan silaturahmi perdana yang dihadiri perwakilan dari sejumlah daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan antarsesama, sekaligus menyusun arah program pemberdayaan perempuan ke depan.

Ketua Divisi Perempuan Srikandi Pejuang Walisongo Indonesia, Siti Evi Andayani, yang akrab disapa Bunda Evi, menjelaskan bahwa pertemuan ini murni bertujuan mempererat silaturahmi dan saling mengenal antarsesama anggota maupun perwakilan daerah.

Bacaan Lainnya

“Awalnya kami hanya berencana berkumpul empat orang saja. Namun ternyata antusiasme teman-teman luar biasa. Banyak yang merasa inilah momen yang telah mereka tunggu untuk bisa bertemu secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak memiliki tendensi ataupun kepentingan tertentu. Pertemuan sengaja dibatasi pada perwakilan dari beberapa daerah sebagai langkah awal membangun fondasi organisasi.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah, di antaranya perwakilan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera. Bahkan beberapa peserta menempuh perjalanan jauh demi mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami ingin saling mengenal. Selama ini ada yang tinggal di Bekasi, Depok, bahkan dari luar Pulau Jawa. Kalau bukan melalui kegiatan seperti ini, mungkin kami tidak akan pernah bertemu secara langsung,” katanya.

Bunda Evi menuturkan, keberadaan Srikandi Pejuang Walisongo Indonesia diharapkan dapat menjadi pelengkap dalam mendukung berbagai kegiatan organisasi sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program-program pemberdayaan perempuan.

Meski konsep program masih dalam tahap penyusunan, berbagai masukan dari peserta menjadi bekal penting dalam menentukan arah organisasi.

“Hari ini kami banyak menerima saran dan masukan. Semakin banyak ide yang baik tentu semakin bagus untuk menentukan ke mana pemberdayaan perempuan ini akan diarahkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, fokus utama Srikandi Pejuang Walisongo Indonesia adalah meningkatkan kualitas diri perempuan melalui penguatan karakter, pengembangan keterampilan, serta kegiatan yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

“Perempuan adalah tiang keluarga sekaligus bagian penting dalam masyarakat. Karena itu kami ingin menghadirkan program-program yang membantu perempuan mengembangkan potensi dirinya, memperbaiki karakter, meningkatkan keterampilan, dan terus meng-upgrade kemampuan yang dimiliki,” ungkapnya.

Menurut Bunda Evi, perempuan yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan sosok-sosok yang memiliki kemampuan sekaligus kemauan untuk berkembang. Potensi tersebut nantinya akan menjadi modal dalam menjalankan berbagai kegiatan positif.

“Kami belum bisa menyampaikan secara rinci program-program yang akan dijalankan. Namun yang jelas, kami ingin memberdayakan perempuan secara maksimal melalui kegiatan yang positif, bermanfaat bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Pertemuan perdana ini semula dirancang untuk dihadiri sekitar 25 peserta. Namun antusiasme yang tinggi membuat jumlah kehadiran mencapai sekitar 50 orang yang mewakili berbagai daerah, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera.

Melalui para perwakilan tersebut, diharapkan hasil pertemuan dapat disampaikan kembali kepada anggota di wilayah masing-masing sehingga semangat kebersamaan dan pemberdayaan perempuan dapat berkembang secara lebih luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan