Serka Mega Untoro: Prajurit TNI Angkatan Udara yang Menginspirasi Lewat Inovasi Kelapa dan Teh Rempah.

SOLO – Di sebuah sudut Pasar Klewer, Radio Gapuro Klewer Solo, Sabtu siang yang terik tak menyurutkan antusiasme para pelaku usaha kuliner lokal yang berkumpul mendengarkan cerita inspiratif dari Serka Mega Untoro. Bukan tanpa alasan. Meski masih aktif berdinas di Satuan Pertahanan Pangkalan (Sathanlan) Lanud Adi Soemarmo, pria asal Sukoharjo ini dikenal luas sebagai inisiator pengolahan kelapa muda jelly dan racikan teh rempah khas Solo yang dipasarkan di bawah label Omah Degan Dejingga dan Rajanya Teh Solo.

“Sebagai anggota TNI, saya memang tidak boleh berbisnis. Tapi saya ingin menjadi pelopor usaha yang bisa mengatasi kesulitan rakyat di sekitar saya,” ujarnya merujuk pada poin kedelapan dari Delapan Wajib TNI.

Bacaan Lainnya

Bermodal semangat ATMAmati, Tiru, Modifikasi—Mega memulai usahanya dari nol. Melimpahnya kelapa di kawasan Jawa Tengah seperti Pacitan, Purworejo, dan Kebumen memberinya peluang besar untuk berinovasi. Ia tidak hanya menjual kelapa muda seperti kebanyakan, tapi mengolahnya menjadi kelapa muda jeli dengan tekstur khas. Bahkan, serabut kelapa yang biasanya terbuang ia sulap menjadi cocopit—media tanam yang ramah lingkungan.

Produksinya kini mencapai 500 hingga 1.000 butir kelapa per hari. Produk-produk olahannya telah bekerja sama dengan lebih dari 100 mitra, mulai dari hotel hingga restoran ternama seperti Hotel Sunan, Ceh Resto, hingga tempat wisata Candramaya.

Tak berhenti pada kelapa, Serka Mega juga meracik teh dengan cita rasa rempah seperti teh telang, teh kawis (kawisti), dan teh jasmine. Semuanya berbasis bahan alami yang ia kombinasikan dengan rasa dan tampilan kekinian, menyasar pasar sehat dan kuliner milenial.

“Saya hanya punya ide, tapi saya mau dan mampu menciptakan sesuatu yang berguna,” jelasnya.

Mega menyadari tidak semua orang punya modal untuk memulai usaha. Karena itu, ia membuka peluang kemitraan dan reseller, bahkan membantu penyediaan stok kelapa dan teh bagi mereka yang ingin berjualan.

“Jangan takut kalau tidak punya modal. Modal utama itu niat,” tegasnya.

Dengan semangat tinggi dan gaya komunikasi yang merakyat, Mega Untoro menunjukkan bahwa peran prajurit tak hanya soal baris-berbaris. Ia menorehkan kontribusi nyata lewat pemberdayaan ekonomi berbasis pangan lokal.

“Visi tanpa eksekusi adalah halusinasi,” ucapnya sambil tersenyum. Bagi Mega, kelapa bukan sekadar buah tropis, tapi jalan untuk berbagi manfaat dan mengangkat ekonomi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan