“Teman Pelajar” Hadir di Sukoharjo, Bukan Sekadar Bimbingan Belajar

Sukoharjo – Teman Pelajar Sudirman Sukoharjo menggelar seminar pendidikan bagi siswa SMA se-Kabupaten Sukoharjo, Selasa (8/7/2025), dengan tujuan mengenalkan strategi sukses masuk perguruan tinggi negeri (PTN), memperkenalkan asesmen TKA, serta mempersiapkan siswa menghadapi SNBT. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari grand opening Teman Pelajar, lembaga pendamping belajar yang menawarkan pendekatan unik dan terintegrasi untuk pelajar dari jenjang SD hingga SMA.

Di tengah tantangan pendidikan modern yang makin kompleks, hadir sebuah lembaga belajar yang menawarkan lebih dari sekadar pelajaran tambahan. Teman Pelajar Sudirman Sukoharjo, sebuah cabang dari jaringan bimbingan belajar inovatif, resmi menggelar seminar akbar bertajuk “Strategi Sukses Masuk PTN” yang diikuti siswa SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Sukoharjo.

Bacaan Lainnya

“Tujuan utama kami adalah memberikan informasi dan strategi kepada adik-adik SMA agar dapat lolos masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT maupun SNBP,” ujar Akbar Tanjung Abyoso , S.Pd., Brand Manager Teman Pelajar Sudirman Sukoharjo, kepada Kabarjoglo, Selasa (8/7/2025).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang grand opening Teman Pelajar yang puncaknya akan berlangsung Kamis (10/7/2025). Dalam acara puncak tersebut, akan hadir kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar sebagai bentuk simbolis keterlibatan komunitas dalam gerakan pendidikan yang lebih inklusif dan terarah.

Diagnostik Sebelum Pendampingan

Salah satu keunggulan Teman Pelajar adalah metode pendampingan berbasis diagnosis. “Kami tak langsung memberikan materi, melainkan terlebih dahulu melakukan Student Diagnostic Assessment Test (SDAT),” jelas Akbar. Tes ini dirancang untuk mengidentifikasi kompetensi, gaya belajar, hingga potensi siswa sebelum menentukan strategi pendampingan.

“Dengan pemetaan ini, siswa tidak hanya belajar, tetapi diarahkan sesuai minat dan kemampuan. Sehingga pilihan jurusan di PTN nantinya lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Program SDAT ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SMA, tetapi juga diterapkan sejak jenjang SD dan SMP. “Banyak orang tua belum mengetahui gaya belajar anaknya. Di sini kami bantu identifikasi agar treatment belajarnya lebih akurat,” katanya.

Skill Class dan Pendekatan Holistik

Tak hanya fokus pada pelajaran akademis, Teman Pelajar juga menyertakan program Skill Class sebagai bagian dari pembinaan karakter dan minat bakat. Untuk siswa SMA, tersedia kelas videografi, percakapan bahasa Inggris (English Conversation), hingga pemrograman komputer (coding) yang dilaksanakan setiap Sabtu.

“Pendidikan bukan hanya tentang matematika atau IPA, tetapi juga soft skill dan kreativitas,” ujar Akbar. Ia meyakini bahwa siswa yang memiliki keterampilan tambahan akan lebih siap menghadapi dunia kampus dan dunia kerja.

Sementara itu, untuk siswa SD dan SMP, skill class difokuskan pada penguatan dasar seperti kemampuan bahasa Inggris dan pengenalan teknologi melalui coding. “Skill class untuk SD sudah kita mulai sejak 7 Juli, sebelum grand opening,” ungkapnya.

Sebuah Gerakan Pendidikan, Bukan Sekadar Lembaga

Teman Pelajar lahir dari keprihatinan terhadap tantangan pendidikan, termasuk perubahan kurikulum dan ketimpangan akses belajar. “Kami ingin hadir sebagai mitra pendidikan yang benar-benar memahami siswa, bukan sekadar memberikan soal latihan,” ujar Akbar.

Saat ini, jaringan Teman Pelajar telah memiliki sekitar 10–15 cabang di wilayah Jawa Tengah, termasuk dua di Sukoharjo dan dua di Solo. Pendekatan personal, pendampingan jangka panjang, serta kualitas pengajar dari kampus ternama menjadi kekuatan utama lembaga ini.

“Harapan kami sederhana: mendampingi siswa di Sukoharjo agar punya peluang yang sama dalam menembus PTN dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkas Akbar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan