Depok – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Situ Bahar di RT 002/RW 022, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Kamis (4/12/2025). Langkah ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., dalam rapat kerja dengan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH Dr. Hanif Faisol Nurrofiq di Jakarta.
Sidak dipimpin Tim KLH/BPLH yang dikomandoi Sardi, dengan agenda memeriksa langsung kondisi Situ Bahar serta mengambil sampel air untuk uji laboratorium. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Sukamaju, Ketua LPM, Juru Situ Bahar, dan Pembina KOPLING Kota Depok.
Dalam pemantauan lapangan, tim menemukan indikasi kuat pencemaran yang diduga berasal dari aliran limbah industri dari wilayah Kabupaten Bogor. Perubahan warna air, aroma menyengat, hingga menurunnya kualitas ekosistem menjadi temuan awal yang memperkuat dugaan tersebut. Tim juga menyoroti masih adanya warga yang membuang sampah ke aliran sungai sehingga memperparah kondisi Situ Bahar.
Anggota Komisi XII DPR RI, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., sebelumnya menegaskan bahwa pencemaran lingkungan merupakan persoalan lintas daerah yang membutuhkan penanganan komprehensif.
“Pencemaran tidak hanya terjadi di Depok, tetapi juga di Bogor, Bekasi hingga Karawang. Karena itu dibutuhkan tindakan cepat dan lintas daerah agar persoalan dapat diatasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk memperkuat pengawasan lingkungan.
“Ini PR kita bersama. Saya berharap sinergi positif antara kementerian dan seluruh instansi terkait, baik pusat maupun daerah, dapat mempercepat penanganan pencemaran,” tambahnya.
Ketua Pembina KOPLING Kota Depok, H. Zarkasih Hasan, mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat yang langsung turun ke lapangan.
“Kami mengapresiasi sidak KLH/BPLH. Ini menunjukkan pemerintah benar-benar merespons keresahan masyarakat. Kami berharap tindak lanjutnya segera dilakukan demi memulihkan Situ Bahar,” ujarnya.
Zarkasih memastikan KOPLING bersama warga akan terus mengawal proses penanganan pencemaran. Sebagai bukti pendukung, pihaknya menyerahkan dokumentasi video kejadian ikan mati massal kepada tim. Dalam rekaman tersebut terlihat ikan-ikan mengapung tak bernyawa, termasuk bangkai ular, menandakan dampak pencemaran yang cukup serius terhadap ekosistem Situ Bahar.
Sidak KLH/BPLH ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat pengawasan lingkungan serta mendorong percepatan pemulihan Situ Bahar agar kembali menjadi kawasan ekologis yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)






