Kajian Isra Mi’raj di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Bangun Kesadaran Siswa Menjaga Salat Lima Waktu

Surakarta – Guna meningkatkan kualitas ibadah dan kesadaran spiritual siswa, SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar kajian Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di lapangan basket sekolah, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan antusias dan penuh khidmat.

Kajian keagamaan tersebut menghadirkan Ustaz Muhamad Arif Wicagsono, kandidat doktor dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan momentum penting dalam sejarah Islam, karena menjadi awal diwajibkannya ibadah salat lima waktu bagi umat Islam.

“Dalam kajian ini kami mengulas perjalanan dakwah Rasulullah SAW di Mekkah, dakwah di Thaif, hingga peristiwa Isra Mi’raj sebagai tonggak perintah salat,” ujar Ustaz Muhamad Arif di hadapan para siswa.

Ia juga mengulas Surah Hud, surah ke-11 dalam Al-Qur’an, yang dikenal sebagai surah yang membuat Rasulullah SAW dan para sahabat tersentuh hingga meneteskan air mata. Secara khusus, ia menekankan makna Surah Hud ayat 114 tentang perintah mendirikan salat lima waktu serta keutamaan amal kebaikan.

“Allah SWT menegaskan bahwa perbuatan-perbuatan baik dapat menghapus dosa. Salah satu perbuatan baik yang utama adalah ibadah salat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Muhamad Arif mengajak seluruh siswa untuk senantiasa menjaga salat lima waktu dengan penuh kesadaran, bukan sekadar rutinitas. Menurutnya, salat merupakan kunci ketenangan jiwa dan keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

“Orang yang istiqamah dalam salat tidak akan diliputi rasa takut dan kesedihan, karena hidupnya bersandar kepada Allah SWT,” pesannya.

Salah satu siswa kelas VIII, Gusti Muhamad Raharjo, mengaku senang dan terinspirasi mengikuti kajian tersebut. Ia merasa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha.

“Saya jadi lebih memahami makna Isra Mi’raj dan semakin termotivasi untuk menjaga salat lima waktu,” tuturnya.

Sebagai penutup, rangkaian kajian Isra Mi’raj diakhiri dengan pemutaran film tentang perjalanan hidup Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Para siswa kemudian diminta menulis ulasan film sebagai bentuk penguatan dan konkretisasi pemahaman mereka tentang peristiwa Isra Mi’raj.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan