Komunitas Berkuda dan Pecinta Reptil Surakarta Berbagi 250 Takjil Ramadan di Pusat Kota Solo

SURAKARTA – Suasana berbeda tampak di kawasan pusat Kota Solo pada Jumat sore (13/3/2026). Sejumlah anggota komunitas berkuda bersama komunitas pecinta reptil Surakarta turun ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan Kaveloka Solo. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Kegiatan diawali sejak pukul 15.00 WIB dengan berkumpulnya para peserta di Mojo Stable. Setelah mengikuti briefing dan doa bersama, rombongan kemudian melakukan tracking berkuda menuju kawasan Jalan Slamet Riyadi sebelum akhirnya membagikan takjil kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Perwakilan Komunitas Berkuda Solo Raya, Widyaloka, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif komunitas untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan kegiatan sosial.

“Pada dasarnya kami memang sering mengadakan kegiatan berkuda bersama. Kebetulan di bulan Ramadan ini kami sepakat mengisinya dengan berbagi takjil kepada masyarakat. Kami memilih lokasi di pusat kota agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 250 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan warga yang melintas di kawasan tersebut.

Widyaloka menambahkan, komunitas berkuda tidak hanya ingin mempopulerkan olahraga berkuda, tetapi juga menunjukkan bahwa aktivitas ini dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk perempuan.

“Berkuda bukan hanya olahraga, tetapi juga salah satu sunah Rasulullah selain memanah dan berenang. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa berkuda sekaligus melakukan kegiatan sosial,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anggota komunitas berkuda lainnya juga turut berpartisipasi, di antaranya Nanda Novita, Annisa Kuswanto, dan Agnisa.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang mengapresiasi kolaborasi lintas komunitas tersebut. Menurutnya, kegiatan berbasis hobi yang dikemas dengan aksi sosial mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat.

“Ramadan mengajarkan nilai kebersamaan dan kepedulian. Kedua nilai itu terlihat dalam kegiatan sore ini. Komunitas yang memiliki hobi ternyata juga bisa menularkan kebahagiaan kepada masyarakat,” kata Astrid.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Surakarta terbuka terhadap berbagai komunitas yang ingin berkontribusi meramaikan kota, termasuk dalam pengembangan potensi pariwisata berbasis komunitas.

“Kami tentu memberikan ruang bagi komunitas untuk berkembang. Bahkan kegiatan seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata baru apabila dikelola dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan persiapan berbuka puasa bersama seluruh peserta komunitas. Selain menjadi ajang berbagi, acara ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antaranggota komunitas serta masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan