KULON PROGO – Debu yang dulu beterbangan saat kemarau dan lumpur yang menghambat langkah saat hujan, perlahan tinggal kenangan bagi warga Padukuhan Senden, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026, jalan desa yang sebelumnya sulit dilalui kini mulai berubah menjadi akses yang lebih layak dan aman. Pengerjaan rabat beton terus dikebut oleh Satgas TMMD bersama masyarakat, Jumat (1/5/2026).
Di bawah terik matahari, pemandangan gotong royong terlihat nyata. Warga dan prajurit TNI membaur tanpa sekat. Sebagian melangsir pasir dan batu kerikil, sebagian lain mengaduk semen dengan mesin molen, sementara yang lain meratakan adukan beton di badan jalan.
Babinsa Sidorejo Koramil 08/Lendah Kodim 0731/Kulon Progo, Sertu Pardi, menjelaskan bahwa pembangunan rabat beton di Padukuhan Senden dilakukan di tiga titik dengan total panjang mencapai ratusan meter.
“Di Senden ada tiga lokasi, masing-masing sepanjang 92,5 meter, 246,5 meter, dan 161 meter, dengan lebar 3 meter dan tebal 12 sentimeter,” jelasnya.
Tak hanya di Senden, pembangunan jalan juga menyasar wilayah lain. Di Padukuhan Karang, rabat beton dibangun sepanjang 100 meter, sementara di Padukuhan Jurug mencapai 600 meter dengan spesifikasi yang sama.
Pembangunan ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat desa akan akses transportasi yang layak. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan kini diproyeksikan mampu mendukung mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, TMMD kembali menunjukkan wajah kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kerja kolektif yang terjalin bukan hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Di setiap adukan semen yang diratakan, tersimpan harapan akan perubahan. Jalan yang dibangun hari ini bukan hanya menghubungkan satu titik ke titik lain, tetapi juga membuka peluang menuju kehidupan yang lebih baik bagi warga desa.






