Bukan Sekadar Tugu, Taman Prasasti TMMD Sidorejo Jadi Simbol Abadi Kemanunggalan TNI dan Rakyat

KULON PROGO – Di sela-sela kesibukan pembangunan infrastruktur program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026, Satgas TMMD bersama warga Kalurahan Sidorejo juga tengah menorehkan jejak sejarah melalui pembangunan dua Taman Prasasti di Padukuhan Jurug dan Padukuhan Senden, Kapanewon Lendah.

Bukan hanya sekadar tugu penanda proyek pembangunan, taman prasasti tersebut dirancang menjadi simbol abadi kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.

Bati Bakti TNI Kodim 0731/Kulon Progo, Pelda Yuli Haryo Saputro, menjelaskan bahwa pembangunan taman prasasti memiliki makna penting sebagai penanda keberhasilan program sekaligus lambang kemanunggalan TNI dan rakyat yang selama ini terjalin erat dalam pelaksanaan TMMD.

“Satgas TMMD bersama warga telah memulai pengerjaan dua unit taman prasasti dan saat ini pekerjaan memasuki tahap pemasangan batako,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Di tangan para prajurit dan warga, tumpukan batako perlahan berubah menjadi bangunan monumental yang kelak akan menyimpan cerita perjuangan, gotong royong, dan pengabdian. Setiap sudut taman menjadi saksi bagaimana masyarakat dan TNI bekerja bersama tanpa sekat demi kemajuan desa.

Pelda Yuli menambahkan, pengerjaan taman prasasti ditargetkan selesai sebelum penutupan TMMD. Nantinya, prasasti tersebut akan ditandatangani pejabat terkait saat peresmian hasil program TMMD Reguler ke-128 di Kalurahan Sidorejo.

“Prasasti ini nantinya menjadi penanda resmi hasil pembangunan TMMD sekaligus kenang-kenangan monumental bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih dari itu, taman prasasti juga diproyeksikan menjadi ruang publik sederhana yang dapat dimanfaatkan warga untuk bersantai dan menjadi wahana bermain anak-anak. Kehadirannya diharapkan mampu mempercantik lingkungan sekaligus menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap semangat gotong royong yang lahir dari program TMMD.

Di balik pembangunan taman prasasti itu, tersimpan pesan kuat bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang beton dan bangunan fisik, melainkan tentang merawat kebersamaan, memperkuat persatuan, dan meninggalkan warisan nilai bagi generasi mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan