SOLO – Pelaksanaan Festival Balon Udara yang digelar oleh Bank Jateng Syariah menuai kekecewaan dari ribuan pengunjung yang memadati kawasan Gladak, Kota Solo, Minggu pagi(17/5). Acara yang semula dijadwalkan menjadi daya tarik wisata tersebut akhirnya dibatalkan karena faktor cuaca dan angin kencang yang dinilai tidak memungkinkan untuk penerbangan balon udara.
Kekecewaan sejumlah pengunjung muncul bukan hanya karena pembatalan acara, tetapi juga karena dinilai minimnya informasi dan koordinasi dari pihak penyelenggara di lokasi kegiatan. Banyak warga diketahui telah datang sejak dini hari dari berbagai daerah seperti Klaten, Wonogiri, Karanganyar, hingga luar kota untuk menyaksikan festival tersebut.
Tokoh masyarakat Solo, BRM Kusumo Putro, menilai panitia seharusnya dapat memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat terkait pembatalan acara tersebut.
“Setidaknya ada penyampaian informasi atau permohonan maaf kepada masyarakat yang sudah hadir sejak pagi. Banyak warga datang bersama keluarga dan anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menilai pelaksanaan kegiatan berskala besar seperti festival balon udara perlu dipersiapkan lebih matang, terutama terkait mitigasi cuaca, manajemen pengunjung, serta komunikasi publik agar tidak menimbulkan kekecewaan masyarakat.
Selain itu, kepadatan pengunjung di sejumlah titik seperti kawasan Gladak, Jalan Slamet Riyadi, hingga sekitar Pasar Gede disebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi yang padat dan semrawut, terutama pada jam-jam berlangsungnya acara.
Menurut Kusumo Putro, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kegiatan serupa ke depan dapat berjalan lebih tertib dan memperhatikan aspek keselamatan serta kenyamanan masyarakat.
Ia juga meminta Pemerintah Kota Solo melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan massa besar, termasuk kesiapan panitia dalam pengamanan, pengaturan lalu lintas, dan penyampaian informasi kepada publik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait pembatalan festival maupun tanggapan atas keluhan masyarakat tersebut.






