Hanin Nailal Husna Raih Beasiswa Teladan Jalur Tahfidz 30 Juz di UIN Malang

Hanin Nailal Husna Raih Beasiswa Teladan Jalur Tahfidz 30 Juz di UIN Malang(ist).

KOTA MALANG – Prestasi membanggakan diraih siswi MA Nasional Baitur Makmur, Hanin Nailal Husna, yang berhasil diterima di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melalui program Beasiswa Teladan jalur Tahfidz 30 Juz pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Pengumuman kelulusan yang disampaikan pada 16 April 2026 tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga, sekolah, maupun lingkungan pesantren tempat Hanin menimba ilmu dan menghafal Al-Qur’an.

Di tengah persaingan ketat dengan total 364 peserta dari berbagai daerah, Hanin mampu lolos sebagai penerima Beasiswa Teladan jalur Tahfidz Al-Qur’an 30 juz.

Siswi jurusan IPA asal Singosari itu dikenal aktif dan berprestasi. Selain memiliki capaian akademik yang baik, Hanin juga terlibat dalam kegiatan organisasi OSIS di sekolah. Kesibukan sebagai pelajar tidak mengurangi komitmennya dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.

Selain menempuh pendidikan formal di MA Nasional, Hanin juga merupakan santriwati Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Baitul Makmur. Di lingkungan pesantren, ia memperkuat hafalan, memperdalam ilmu agama, sekaligus membangun kedisiplinan dan tanggung jawab.

Perpaduan antara prestasi akademik, pengalaman organisasi, dan ketekunan menghafal Al-Qur’an menjadi modal penting yang mengantarkan Hanin meraih beasiswa tersebut.

Program Beasiswa Teladan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan salah satu program unggulan kampus untuk menjaring calon mahasiswa berprestasi, khususnya di bidang tahfidz Al-Qur’an. Program tersebut memberikan fasilitas berupa pembiayaan UKT, asrama, serta pembinaan akademik dan keagamaan selama masa studi.

Dalam proses seleksi, Hanin mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes akademik, wawancara, hingga ujian hafalan Al-Qur’an. Untuk mempersiapkan diri, ia memperbanyak murojaah atau mengulang hafalan agar lebih siap menghadapi ujian.

“Alhamdulillah wa syukrulillah, senang sekali bisa lolos sampai tahap akhir. Saya sangat bersyukur atas amanah ini dan berharap dapat terus belajar serta membawa nama baik MA Nasional,” ujar Hanin.

Ia berharap keberhasilannya dapat memotivasi siswa lain untuk terus belajar dan menjaga hafalan Al-Qur’an.

“Semoga adik-adik kelas saya bisa mengikuti jejak yang baik ini,” tambahnya.

Kepala MA Nasional, Zainal Musthofa, mengapresiasi capaian yang diraih Hanin. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan tahfidz yang dilakukan secara intensif mampu melahirkan generasi berprestasi.

“Saya sangat mengapresiasi Ananda Hanin karena mampu mengikuti seluruh proses seleksi hingga dinyatakan lolos. Semoga setiap tahun ada siswa MA Nasional yang meraih beasiswa serupa, karena sekolah memiliki program pembinaan tahfidz yang dilaksanakan secara intensif,” katanya.

Pihak keluarga juga menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Hanin menempuh pendidikan dan menjaga hafalan Al-Qur’an.

Sebagai lembaga pendidikan yang menekankan keseimbangan antara akademik, karakter, dan nilai keagamaan, MA Nasional terus berkomitmen membina siswa melalui berbagai program unggulan, baik di bidang akademik maupun tahfidz.

Sinergi pembinaan antara sekolah dan lingkungan pesantren dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk karakter disiplin, semangat belajar, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an pada diri siswa.

Prestasi Hanin Nailal Husna diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar untuk terus berusaha meraih cita-cita melalui kerja keras, disiplin, doa, dan semangat menjaga Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan