Kolonel Boby Lumban Gaol Kenang Didi Kempot: Sang Maestro Campursari yang Mengabadikan Luka dan Cinta dalam Karya

SOLO – Nama almarhum Didi Kempot tak hanya dikenang sebagai penyanyi campursari legendaris, tetapi juga sebagai sosok sederhana yang mampu mengubah kisah cinta, kerinduan, dan patah hati menjadi karya abadi yang dicintai lintas generasi.

Hal tersebut disampaikan Kolonel Boby Lumban Gaol dalam refleksinya mengenang sosok “The Godfather of Broken Heart” yang hingga kini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.

Bacaan Lainnya

Menurut Boby, Didi Kempot adalah seorang ksatria sederhana yang memiliki segudang mimpi dan berhasil menerjemahkan berbagai dinamika kehidupan, khususnya kisah cinta, ke dalam lirik-lirik yang menyentuh hati jutaan orang.

“Mas Didi Kempot mampu menelusuri problematika yang tersimpan jauh di hati para pejuang cinta. Hampir semua lirik ciptaannya menjadi jawaban atas kisah yang selama ini terpendam dan sulit diungkapkan,” ujar Boby dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Didi Kempot, Maestro yang Berani Membawa Campursari Mendunia

Boby menilai salah satu keistimewaan Didi Kempot adalah keberaniannya mengemas musik campursari menjadi identitas budaya yang diterima berbagai kalangan.

Tidak hanya itu, Didi juga dikenal piawai menyisipkan nama kota, terminal, hingga tempat-tempat ikonik dalam lagu-lagunya, sehingga mampu membangun ikatan emosional yang kuat dengan para pendengar.

“Lagu-lagu seperti Solo Balapan dan Terminal Tirtonadi bukan sekadar lagu. Itu adalah cara beliau mengabadikan sebuah tempat menjadi bagian dari kenangan banyak orang,” katanya.

Di mata Boby, Didi Kempot juga merupakan sosok yang sangat mencintai Kota Solo dan Sungai Bengawan Solo. Kecintaan itu dinilai menjadi semangat penerus karya-karya maestro keroncong Indonesia, almarhum Gesang.

Kenangan Bersama Keluarga Didi Kempot

Sebagai seorang prajurit yang memiliki kecintaan terhadap seni, Boby mengaku selalu mengapresiasi karya-karya Didi Kempot.

Ia mengenang pada tahun 2020 pernah mengajak putra Didi Kempot, Staso Prasetyo, tampil dalam sebuah konser mini di Jakarta bersama sejumlah musisi.

Kenangan itu berlanjut pada Mei 2026 saat dirinya berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah sahabat dekat Didi Kempot di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Boby berdialog dengan Yusron, Rivay, dan Sofyan mengenai berbagai upaya untuk terus menjaga eksistensi karya-karya sang maestro agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Saya sangat bangga melihat sahabat-sahabat Mas Didi terus bergerak menjaga warisan budaya ini. Saya juga senang melihat Staso Prasetyo ikut hadir dan berperan dalam berbagai kegiatan untuk mengenang beliau,” ungkapnya.

Kolonel Boby Gaol saat bertugas Di Mabes TNI AU .(Ist)

Ajak Sobat Ambyar Tetap Solid

Meski terlahir di kawasan Danau Toba dan kini menetap di Solo, Boby mengaku memiliki kedekatan emosional dengan karya-karya Didi Kempot yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan musik Indonesia.

Karena itu, ia mengajak seluruh pecinta karya Didi Kempot, termasuk komunitas Sobat Ambyar, untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengenalkan lagu-lagu sang maestro kepada generasi muda.

“Saya berharap masyarakat pecinta karya-karya almarhum Didi Kempot tetap solid, semakin luas, dan terus menebarkan semangat positif melalui musik beliau,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Boby menyampaikan penghormatan kepada sosok yang telah memberikan warna tersendiri bagi industri musik nasional.

“Bravo Sang Maestro. Karya-karyamu akan selalu hidup dan harum di hati masyarakat Indonesia.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan