SURAKARTA – Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, pelestarian budaya adiluhung menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga jati diri bangsa. Nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur dinilai tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun karakter masyarakat yang beradab, beretika, dan berkepribadian.
Budaya adiluhung mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari bahasa, seni, tradisi, hingga falsafah hidup yang telah tumbuh dan berkembang selama berabad-abad. Di tengah perubahan zaman, nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan sebagai kompas moral dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Kemajuan suatu bangsa, menurut berbagai pemerhati budaya, tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, penguasaan teknologi, maupun pembangunan infrastruktur. Bangsa yang mampu mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai luhurnya akan memiliki daya tahan sosial serta karakter kebangsaan yang lebih kuat.
Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran Dr. Anggoro Panji Nugroho PLKJ UNDHA AUB yang dimuat dalam Metro Surakarta. Menurutnya, budaya adiluhung merupakan fondasi peradaban yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak masyarakat. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama agar nilai-nilai luhur tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
Dr. Anggoro berpandangan bahwa kebudayaan tidak boleh dimaknai sebatas peninggalan masa lalu ataupun kegiatan seremonial semata. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui pendidikan, keteladanan, pembinaan karakter, serta penguatan etika sosial di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Ia juga menilai perkembangan teknologi digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman terhadap budaya lokal. Sebaliknya, kemajuan teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, serta mengembangkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.
Selain menjadi identitas bangsa, budaya juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Berbagai program penguatan kebudayaan yang dilakukan pemerintah diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, sektor pariwisata, sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global.
Di sisi lain, pelestarian budaya tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun komunitas budaya. Dunia pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, pelaku seni, hingga generasi muda memiliki peran yang sama penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai luhur bangsa.
Memperkenalkan budaya kepada generasi muda juga perlu dilakukan dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman. Pemanfaatan media digital, konten edukatif, serta ruang-ruang kreatif dinilai mampu menjembatani warisan budaya dengan kebutuhan generasi masa kini tanpa menghilangkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
Pada akhirnya, budaya adiluhung bukan sekadar simbol kejayaan masa lalu, melainkan modal sosial untuk membangun masa depan Indonesia. Bangsa yang mampu menjaga akar budayanya diyakini akan lebih siap menghadapi perubahan global tanpa kehilangan identitas, karakter, maupun nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ciri khasnya.
Pelestarian budaya menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Dengan merawat dan mengembangkan nilai-nilai adiluhung secara berkelanjutan, Indonesia tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat fondasi menuju bangsa yang maju, berdaya saing, dan tetap berkepribadian.





