Kesbangpol Boyolali Ajak Ormas Perkuat Nilai Pancasila dan Stabilitas Sosial

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, persatuan dan kehidupan sosial yang kondusif.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Kesatuan Bangsa dan Politik yang berlangsung di Aula Merah Putih Kantor Kesbangpol Boyolali, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Boyolali.

Bacaan Lainnya

Kepala Kesbangpol Kabupaten Boyolali, Bambang Sutanto, S.H., M.H., mengatakan penguatan nilai kebangsaan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial. Sinergi perlu dibangun bersama masyarakat, ormas, lembaga pendidikan serta berbagai komponen lainnya.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami atau dihafalkan, tetapi perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari tiga narasumber, yakni Danramil 01/Boyolali Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf. Puji Raharjo, perwakilan Polres Boyolali Iptu Ibnu Subagyo, serta akademisi Universitas Boyolali Dr. Nanik Sutarni, S.H., M.H.

Kapten Inf. Puji Raharjo menyampaikan bahwa kesadaran bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara.

Menurutnya, ormas memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Bela negara dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti membantu sesama, menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, melestarikan budaya, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta aktif menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya.

Ormas Diminta Bijak Bermedia Sosial

Sementara itu, Iptu Ibnu Subagyo menyebut ormas sebagai salah satu mitra strategis kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia mengingatkan anggota organisasi kemasyarakatan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya, khususnya yang beredar melalui media sosial.

Menurutnya, penggunaan media sosial secara bijak menjadi bagian penting dalam menjaga suasana sosial tetap kondusif.

“Dibutuhkan komitmen bersama antara ormas dan Polri. Bukan untuk saling berhadapan, melainkan bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” katanya.

Akademisi Universitas Boyolali, Dr. Nanik Sutarni, menambahkan bahwa keberadaan ormas juga memiliki peran dalam mendorong kehidupan masyarakat yang demokratis, toleran dan berlandaskan Pancasila.

Ia menjelaskan, keamanan dan kedaulatan menjadi salah satu prasyarat bagi berkembangnya kehidupan demokrasi. Di sisi lain, kepatuhan terhadap hukum, toleransi serta penerapan etika Pancasila diperlukan untuk menjaga ketertiban sosial.

Nanik juga menyoroti penggunaan media sosial di kalangan anak dan remaja.

Menurutnya, pengawasan dari keluarga memiliki peran penting karena anak semakin mudah mengakses berbagai informasi melalui perangkat digital.

Pendidikan mengenai etika bermedia sosial, kata dia, dapat dimulai dari lingkungan keluarga agar anak memiliki kemampuan menyaring informasi dan memahami risiko dari penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab.

Kegiatan sosialisasi tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, ormas dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menjaga nilai kebangsaan, toleransi serta stabilitas sosial di Kabupaten Boyolali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan