UT Run Fest 2026, Universitas Terbuka Dorong Gaya Hidup Sehat dan Perluas Akses Pendidikan

UT Run Fest 2026 di The Park Mall Sukoharjo, Universitas Terbuka Dorong Gaya Hidup Sehat dan Perluas Akses Pendidikan.

SUKOHARJO – Universitas Terbuka (UT) Surakarta menggelar kegiatan UT Run Fest 2026 di kawasan Sentra Niaga, The Park Mall, Sukoharjo, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang memadukan olahraga, hiburan, kompetisi kreativitas pelajar, dan festival UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya UT mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan agenda lari bersama. Acara kemudian dimeriahkan dengan Zumba Party gratis bersama Diskoplo dan Zin Lilis, kompetisi modern dance antarpelajar SMA, festival UMKM, serta pembagian berbagai hadiah atau doorprize.

Bacaan Lainnya

Direktur UT Surakarta, Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Menurutnya, UT terus mengembangkan pendekatan layanan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan generasi muda melalui pemanfaatan teknologi informasi dan platform digital.

Agus menjelaskan, Universitas Terbuka memiliki karakter pembelajaran yang fleksibel sehingga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas lainnya.

Melalui sistem pembelajaran jarak jauh, UT berupaya memberikan kesempatan pendidikan tinggi dengan biaya yang relatif terjangkau. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan dunia kerja, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa, terutama dalam aspek kemandirian, ketangguhan, keberanian, dan kemampuan beradaptasi. Karakter tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi lulusan dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

Dekatkan UT dengan Generasi Muda melalui Olahraga

Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian UT Surakarta, Danar Kristiana Dewi, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa UT Run Fest merupakan kolaborasi sejumlah bidang di lingkungan UT Surakarta, khususnya bidang perluasan daya jangkau, registrasi dan ujian, serta kemahasiswaan.

Menurut Danar, kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana memperkenalkan Universitas Terbuka melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Generasi muda menjadi salah satu sasaran utama karena mereka merupakan kelompok potensial yang perlu mendapatkan informasi mengenai berbagai pilihan pendidikan tinggi.

UT Run Fest juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan setelah peringatan hari jadi ke-42 Universitas Terbuka pada September 2026. Melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, UT Surakarta ingin memperkuat pengenalan institusi sekaligus membangun kedekatan dengan lingkungan sekitar.

Selain promosi pendidikan, kegiatan olahraga ini diarahkan untuk mendorong kebiasaan hidup sehat. UT memandang aktivitas fisik dan interaksi sosial sebagai bagian penting dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat.

Danar menambahkan, UT Surakarta memiliki lebih dari 40 program studi yang menurutnya telah terakreditasi A dan B. Pilihan program studi tersebut mencakup berbagai bidang keilmuan sehingga kesempatan kuliah di UT tidak terbatas pada bidang pendidikan saja.

Kompetisi Dance Beri Ruang Kreativitas Pelajar

Selain lari bersama dan zumba, UT Run Fest 2026 menghadirkan kompetisi modern dance yang melibatkan pelajar SMA, khususnya dari wilayah Solo Raya.

Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni UT Surakarta, Cicilia Clara Devi Anggraini, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, dan kemampuan berkompetisi secara positif.

Menurut Cicilia, olahraga dan aktivitas seni dapat menjadi sarana membangun kebiasaan sehat sekaligus mengembangkan potensi generasi muda. Kegiatan semacam ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar penyelenggaraan acara.

Ia menilai, kegiatan yang melibatkan pelajar dan masyarakat dapat mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan. Di sisi lain, pengembangan minat dan bakat juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang memiliki karakter serta kemampuan untuk berkembang.

Pemerintah Daerah Apresiasi Kegiatan Positif

Dukungan terhadap penyelenggaraan UT Run Fest 2026 juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Sukoharjo diwakili Teguh Pramono, S.H., M.H., yang mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai ruang positif bagi generasi muda.

Ia menilai kegiatan olahraga dan kompetisi dapat membantu membentuk karakter serta mental generasi muda. Selain itu, kegiatan yang melibatkan banyak peserta berpotensi memberikan dampak bagi aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi di sekitarnya.

Menurutnya, kegiatan yang mengundang partisipasi masyarakat juga dapat mendukung pengembangan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai penting untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat.

Berikut Daftar Pemenang UT Run Fest 2026

Dalam kegiatan tersebut, panitia mengumumkan lima pelari putra dan lima pelari putri sebagai pemenang.

Kategori Runner Putra:

  1. Nomor peserta 0250 – Basith Adnan
  2. Nomor peserta 0691 – Ema Agus Setiawan
  3. Nomor peserta 0430 – Fadhil Muhammad
  4. Nomor peserta 0593 – Ema Agus Setiawan
  5. Nomor peserta 0838 – Nizar Akmal Irsyad Firdaus

Kategori Runner Putri:

  1. Nomor peserta 0285 – Tazkiya Fathkhur Rohima
  2. Nomor peserta 0457 – Sri Mulyani
  3. Nomor peserta 0666 – Keisa Wahyu Paramudita
  4. Nomor peserta 0766 – Galih Wiranti
  5. Nomor peserta 0962 – Jati Karnasih

Melalui UT Run Fest 2026, Universitas Terbuka Surakarta berupaya memperluas jangkauan pengenalan pendidikan tinggi dengan pendekatan yang lebih terbuka dan partisipatif. Perpaduan olahraga, kreativitas pelajar, hiburan, dan pemberdayaan UMKM diharapkan dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa perguruan tinggi dapat mengambil peran di luar ruang pembelajaran, yakni membangun interaksi sosial, mendorong pola hidup sehat, serta membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan