SOLO – Memperingati 11 tahun perjalanan di Kota Solo, Alila Solo menggelar kegiatan bertajuk Torch of Solo, sebuah estafet obor simbolis sejauh 18 kilometer yang menyusuri sejumlah ikon budaya dan sejarah Kota Surakarta, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 200 anggota tim dari berbagai departemen Alila Solo. Selain menjadi bagian dari perayaan hari jadi, estafet obor ini merepresentasikan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat Kota Solo.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani bersama Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Maretha Dinar Cahyono. Kehadiran perwakilan pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi sektor perhotelan dan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata daerah.
Susuri Sejumlah Ikon Sejarah dan Budaya Solo
Dalam kegiatan bertajuk Torch of Solo tersebut, peserta membawa obor secara bergantian melewati sejumlah kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas bagi Kota Solo.
Rute perjalanan mencakup Kampung Batik Laweyan, Taman Sriwedari, Keraton Kasunanan Surakarta, Kampung Batik Kauman, Pasar Gede Hardjonagoro, Benteng Vastenburg, Pura Mangkunegaran, Taman Balekambang, Stadion Manahan, hingga Lokananta, sebelum berakhir di Alila Solo.
Perjalanan tersebut menggambarkan keberagaman karakter Kota Solo, mulai dari warisan budaya batik, tradisi keraton, bangunan bersejarah, hingga perkembangan seni dan kreativitas.
Pemilihan sejumlah landmark itu sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan sejarah yang menjadi daya tarik pariwisata Kota Solo.
Obor Jadi Simbol Kebersamaan dan Komitmen Masa Depan
General Manager Alila Solo, Amrit Gurung, mengatakan peringatan 11 tahun menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadapi masa depan.
Menurutnya, Torch of Solo bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol harapan agar Alila Solo dapat terus berkembang bersama masyarakat dan berkontribusi terhadap kemajuan pariwisata daerah.
“Memasuki usia ke-11 merupakan kesempatan untuk merefleksikan perjalanan yang telah kami lalui sekaligus menyambut masa depan. Torch of Solo melambangkan harapan kami untuk terus berkembang bersama Kota Solo, meningkatkan standar hospitality, dan memberikan kontribusi positif bagi pariwisata serta masyarakat,” ujar Amrit Gurung.
Ia menambahkan, keberhasilan perjalanan Alila Solo tidak terlepas dari dedikasi seluruh karyawan yang selama ini menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pelayanan hotel.
“Yang terpenting, perayaan ini adalah tentang orang-orang di balik perjalanan Alila Solo. Dedikasi dan semangat mereka menjadi kekuatan yang menjaga api Alila Solo tetap menyala,” tambahnya.
Melalui perayaan HUT ke-11 ini, Alila Solo berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan masyarakat, pemerintah, serta para pemangku kepentingan pariwisata.
Kegiatan Torch of Solo menjadi penanda perjalanan sekaligus komitmen Alila Solo untuk terus tumbuh dan mengambil bagian dalam perkembangan Kota Surakarta sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Jawa Tengah.






